Rabu, 15 April 2026

Tambang Batu Bara Ilegal Ada di Atas Bendungan Benanga Samarinda, Ini Penjelasan Dinas Pertambangan

Keberadaan perusahaan tambang batu bara di atas Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda diakui keberadaanya oleh Dinas Pertambangan Energi dan Mineral

TRIBUNKALTIM.CO/ Purnomo Susanto
KERUH - Tampak air keruh masuk ke Bendungan Benanga. Terlihat ada perbedaan warna air yang masuk dan yang sudah mengendap. Foto diabadikan. Beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Tambang ilegal ada di atas Bendungan Benanga Samarinda, ini penjelasan Dinas Pertambangan Energi dan Mineral Kaltim.

Keberadaan perusahaan tambang batu bara di atas Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda diakui keberadaanya oleh Dinas Pertambangan Energi dan Mineral Kalimantan Timur ( Kaltim ).

Bahkan, instansi teknis yang mengurusi soal industri ekstraktif pertambangan batu bara ini menyebutkan, bukan hanya perusahaan tambang batu bara legal saja berada di sana. Tapi juga, tambang batu bara ilegal.

“Memang ada perusahaan tambang yang beraktivitas di atas Bendungan Benanga,” ujar Kadis ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata saat diwawancara awak Tribunkaltim, pada Selasa (21/1/2020), siang, di Kantor Gubernur Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda.

“Bukan hanya yang legal, yang ilegal juga kita temukan di sana,” katanya. 

BACA JUGA

BREAKING NEWS Jadi Mucikari Protitusi Online dan Libatkan Anak di Bawah Umur, Pesan Lewat Aplikasi

Diduga Cekcok dengan Istri, Pria di Berau Bunuh Istri, Anak Tiri Melerai Ikut Kena Sasaran Tikaman

Ditarget Jaga Tradisi Kiper Berkualitas di Borneo FC Samarinda, Begini Tanggapan Carlos Salomao

BWS III Kalimantan Siapkan Anggaran Rp 26 Miliar Untuk Mengeruk Sedimentasi Bendungan Benanga

Namun ia menegaskan tidak ada sumbangan air dari seluruh perusahaan tambang legal maupun ilegal ke Bendungan Benanga saat Kota Samarinda dilanda banjir beberapa waktu lalu.

Penjelasan itu disampaikan Widhi, karena adanya dugaan sumbangan air dari perusahaan tambang batu bara legal maupun ilegal ke Bendungan. Sehingga, menyebabkan terjadi banjir yang semakin parah di Kota Samarinda.

“Di atas itu juga ada kolam-kolam tambang. Kita dapati ada 3-4 kolam tambang di dekat Bendungan Benanga.

Itu termasuk kolam tambang ilegal. Kemarin ada dugaan air limpahannya masuk ke Waduk Benanga. Tapi, saat dicek oleh tim ternyata bukan," katanya.

UKUR KETINGGIAN AIR - BWS III Kaltim saat melakukan pengukuran debit air di Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda, pada Senin (3/1/2020).
UKUR KETINGGIAN AIR - BWS III Kaltim saat melakukan pengukuran debit air di Bendungan Benanga, Lempake, Samarinda, pada Senin (3/1/2020). (TribunKaltim.Co/Purnomo Susanto)

BACA JUGA

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved