Mayat Balita tanpa Kepala

Terkait Penangkapan Kedua Pengasuh, Kepala PAUD di Samarinda Ini Berkaca-kaca, Ini Jawabannya

Saat ditemui di Kantor Polsek Samarinda Ulu Rabu (22/1/2020) Kepala Sekolah PAUD, Mardiana tak banyak bicara, hanya mengatakan serahkan ke polisi

Terkait Penangkapan Kedua Pengasuh, Kepala PAUD di Samarinda Ini Berkaca-kaca, Ini Jawabannya
Tribunkaltim.co, Budi Dwi Prasetyo
Kepala PAUD bersama kuasa hukum kedua tersangka, Muhammad Japri mengatakan pihaknya saat ini mengikuti proses dari kepolisian, terkait apa yang sudah ditemukan petugas.Rabu (22/1/2020) 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Saat ditemui di Kantor Polsek Samarinda Ulu Rabu (22/1/2020) Kepala Sekolah PAUD, Mardiana tak banyak bicara, dirinya hanya mengatakan menyerahkan sepenuhnya kepada proses kepolisian.

"Kami mengikuti proses aturan dari kepolisian saja," katanya dengan suara lirih dan mata berkaca-kaca.

Sementara kuasa hukum kedua tersangka, Muhammad Japri mengatakan pihaknya saat ini mengikuti proses dari kepolisian, terkait apa yang sudah ditemukan petugas.

"Dan sejak dari tadi malam keduanya telah dillakukan penahanan. Karena, di Polsek Ulu tidak ada tahanan wanita sehingga dipindah ke Polresta Samarinda hari ini," terangnya.

Untuk langkah yang diambil oleh kuasa hukum, pihaknya belum bisa menjelaskan hal tersebut.
"Kami punya langkah sendiri dan tidak bisa menjelaskan, langkah yang kami ambil nantinya," pungkasnya.

Baca Juga;

Dua Pengasuh Yusuf Gazali di PAUD Ditetapkan Sebagai Tersangka, Antara Pasrah dan Sulit Menerima

Temuan Mayat Balita Tanpa Kepala, Guru PAUD Samarinda Ini Tersangka, Begini Respon Ayah Yusuf Gazali

Statistik German Rivero Rekomendasi Mario Gomez, Buat Arema FC Tak Minat Lagi Striker Persib Bandung

Duo Brasil Belum Puaskan Robert Rene Alberts, Persib Cari Striker Asing Lagi?

Dalam kasus tersebut kedua tersangka dijerat dengan Pasal 359 KUHP: “Barang siapa karena kesalahannya ( kealpaannya ) menyebabkan orang lain mati, diancam dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana kurungan paling lama satu tahun.”

Dalam hukum pidana, kelalaian, kesalahan, kurang hati-hati, atau kealpaan disebut dengan culpa

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved