Jumat, 1 Mei 2026

Sejak 1 Januari Ada 20 Kapal China Berlabuh di Paser, Pemkab Rakor Pencegahan Virus Corona

Guna mencegah penyebaran Virus Corona di Kabupaten Paser, Rabu (29/1/2020), Pemkab Paser melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser Kalimantan Timur.

Tayang:
Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/Sarassani
Rapat koordinasi yang dipimpin Kepala Dinkes Paser Amir Faisol dalam mensinergikan langkah pencegahan dan penanggulangaan virus corona di Kabupaten Paser, Rabu (29/1/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Guna mencegah penyebaran Virus Corona di Kabupaten Paser, Rabu (29/1/2020), Pemkab Paser melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Paser Kalimantan Timur menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) bersama instansi terkait di ruang rapat Dinkes Paser, Kalimantan Timur.

Upaya pencegahan dan penanggulangan Virus Corona ini menurut Kepala Dinkes Paser Amir Faisol, penting.

Mengingat Kabupaten Paser memiliki satu pintu gerbang masuk dan keluarnya warga asing, yakni lewat Pelabuhan Pondong, Kecamatan Kuaro.

Baca Juga:

 Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Berikut Daftar Pemenang dan Desain

 Selain Resmikan Tol dan Lihat Ibu Kota Baru di Penajam, Jokowi Bakal Lakukan Ini di Balikpapan

 3 Juara Sayembara Desain Ibu Kota Baru Bersinergi, Jadwal Pelaksanaan Konstruksi Fisik di Sepaku

 Inilah Pemenang Sayembara Desain Ibu Kota Baru, Tema Nagara Rimba Nusa Jadi Juara I

“Berdasarkan informasi Kantor Kesehatan Pondong (KKP), sejak 1 Januari 2020 sampai sekarang sudah 20 unit kapal yang dari Cina yang masuk perairan kita, kapal besar yang ABK sebanyak 400 orang jadi tidak sampai sandar di pelabuhan kita,” kata Amir Faisol.

Meski berlabuh di lepas pantai, lanjut Amir Faisol, semua pihak harus siaga dalam melakukan tindakan pencegahan dan penanggulangan, apabila ditemukan seseorang yang terindikasi secara klinis terserang Virus Corona.

“Makanya upaya pencegahan dan penanggulannya kita sinergikan disini,” ucapnya.

Rakor dihadiri perwakilan RSUD Panglima Sebaya Tanah Grogot, para Kepala Puskesmas, perwakilan KKP dan OPD terkait. Seperti Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Paser, Bagian Kesra Setda Paser dan lainnya.

Baca Juga:

 Curhat 3 Desainer Balikpapan Terkait Tantangan Fashion Lokal Seiring Ibu Kota Baru di Kaltim

 Presiden Jokowi Inginkan Tahun 2024 Pindah Semua, Draf RUU Ibu Kota Baru Masuk Babak DPR

 Alibaba Cloud Bakal Ikut Berperan dalam Pembangunan Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur

 Ibu Kota Baru Indonesia, Jokowi Ingin Bak London New York Masdar City Konsep Metropolitan Smart City

Selain mensinergikan upaya pencegahan dan penanggulangan, Rakor juga merekomendasikan Pemkab Paser membantu RSUD Panglima Sebaya dalam membangun ruang isolasi.

Termasuk alat kelengkapan pelindung diri mengingat RSUD Panglima Sebaya siap SDM, tapi belum siap dengan sarananya.

RSUD Panglima Sebaya belum punya ruang isolasi, makanya kesepakatan rapat meminta Pemkab Paser untuk membangunkan ruang isolasi.

"Bukan hanya untuk menanggulangi penyakit ini tapi juga untuk penyakit menular lainnya,” ungkapnya.

Sebelum RSUD Panglima Sebanya memiliki ruang isolasi, kemudian ditemukan orang terduga terserang Virus Corona, maka orang itu akan dirujuk rumah sakit Balikpapan, Kalimantan Timur.

“Yang terpenting disini adalah koordinasi dan komunikasi yang bersinergi, bilamana ada seseorang terduga terserang Virus Corona dengan cepat terindifikasi dan ditangani, maka diharapkan tidak akan menyebar ke warga lainnya,” tambahnya.

(Tribunkaltim.co/Saras

Baca Juga:

 Jepang Lirik Investasi di Ibu Kota Baru Kalimantan, Bangun Listrik Tenaga Air, Tawarkan Harga Murah

 Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021

sani)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved