Virus Corona Jadi Isu Internasional, Begini Dampaknya Bagi Pariwisata di Berau Kalimantan Timur
Wabah virus Corona mulai berdampak pada pariwisata Indonesia, salah satunya pembatalan perjalanan wisata dari dan ke China.
Penulis: Ikbal Nurkarim | Editor: Budi Susilo
Bahwa telah melakukan pemeriksaan dini kepada satu orang WNA asal eropa karena memiliki gejala mirip dengan pengudap virus corona.
Humas RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, dr Arysia Andhina menyatakan, pihaknya memang ada diminta melakukan pemeriksaan kepada seorang pasien asal eropa.
Diduga memilikii gejala penyakit seperi pasien terkena virus Corona.
“Saya tidak bisa sebut siapa namanya dan asalnya darimana," katanya.
"Tapi, kita memang telah melakukan pemeriksaan kepada WNA tersebut,” ujarnya saat diwawancara Tribunkaltim.co pada Minggu (2/1/2020), pukul 14.00 Wita, di RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda.
Baca Juga:
• Jepang Lirik Investasi di Ibu Kota Baru Kalimantan, Bangun Listrik Tenaga Air, Tawarkan Harga Murah
• Ibu Kota Baru akan Diikuti Bencana Ekologis Seperti Jakarta, Walhi Pertanyakan Jaminan Jokowi
• Ada Kendaraan Tanpa Awak, Lokasi Ibu Kota Baru Indonesia di Kalimantan Timur Bumikan Teknologi 5G
• Presiden Jokowi akan Paksa PNS Pindah ke Penajam Paser Utara Kutai Kartanegara Lokasi Ibu Kota Baru
“Akan tetapi, setelah kita lakukan pemeriksaan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) ternyata yang bersangkutab hanya mengidap penyakit flu dan batuk biasa,” lanjutnya sembari menyapaikan WNA tersebut masuk ke IGD RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda, pukul 17.40 Wita.
Mmastikan bahwa itu bukan virus Corona, Sisi sapaan akrabnya ini mengungkapkan, pada saat pemeriksaan pasien dibawa langsung ke IGD.
Bukan ke Ruang Isolasi Tulip, yang memang dipersiapkan untuk pasien yang terkena virus Corona.
Baca Juga:
• Kalimantan Paling Aman Bencana Gempa di Indonesia, Potensi Gempa Ibu Kota Baru RI di Bawah 5 SR
• Kemeriahan Imlek 2020 di Plaza Balikpapan, Pengunjung Membeludak, Antusias Swafoto dengan Barongsai
“Kalau memang dia mengidap virus Corona, sesuai standart operasional prosedur (SOP) maka pasien tidak diperiksa di IGD. Tapi, pasien langsung dibawa ke ruang isolasi Tulip,” tuturnya.
“Kemudian, penanganannya juga menggunakan alat pelindung diri (APD) khusus. Seperti dengan menggunakan baju seperti astronot dan masker N95,” lanjutnya lagi.
(Tribunkaltim.co)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kakaban-17.jpg)