Tersangka Hoaks Virus Corona

Sebar Berita Hoaks Virus Corona di Balikpapan, FS Diringkus Polisi Mengaku Dapat Info dari Pihak Ini

Polda Kaltim menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong terkait penyebaran virus Corona di Balikpapan, Kaltim.

Sebar Berita Hoaks Virus Corona di Balikpapan, FS Diringkus Polisi Mengaku Dapat Info dari Pihak Ini
Tribunkaltim.co/fachmi rachman
KASUS HOAX - Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Kasubdit V Siber AKBP Albertus Andreana merilis kasus berita bohong di ruang rapat Ditreskimsus Polda Kaltim, Senin (3/2/2020). Polda Kaltim menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong terkait penyebaran virus corona di Balikpapan, Kalimantan Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Nasib seorang asisten rumah tangga (ART) di kota Balikpapan, Kalimantan Timur, berinisial FS (29) harus berakhir di balik jeruji besi setelah di tangkap oleh pihak kepolisian dari Cybercrime Polda Kaltim pada Senin (3/2).

FS ditangkap lantaran menyebarkan berita bohong alias hoaks terkait adanya korban yang terjangkit virus Corona di kota Balikpapan melalui media sosial.

Saat diinterogasi polisi, FS mengaku mendapat informasi adanya virus Corona di Kota Balikpapan dari temannya sendiri.

Informasi yang tersebut kemudian disebar oleh FS melalui groub Facebook dengan kutipan " sekilas info daerah kota Balikpapan sudah ada pasien infeksi virus Corona bagi keluarga dan teman semua, dihimbau agar selalu menggunakan masker di tempat kerja maupun bepergian" kutipnya dalan akun Facebook bernama Fince Pitun.

Sontak postingan itu kemudian ramai dikomentari warga net.

KASUS HOAX - Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Kasubdit V Siber AKBP Albertus Andreana merilis kasus berita bohong di ruang rapat Ditreskimsus Polda Kaltim, Senin (3/2/2020). Polda Kaltim menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong terkait penyebaran virus corona di Balikpapan, Kalimantan Timur.
KASUS HOAX - Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana didampingi Kasubdit V Siber AKBP Albertus Andreana merilis kasus berita bohong di ruang rapat Ditreskimsus Polda Kaltim, Senin (3/2/2020). Polda Kaltim menetapkan dua orang wanita sebagai tersangka kasus penyebaran berita bohong terkait penyebaran virus corona di Balikpapan, Kalimantan Timur. (Tribunkaltim.co/fachmi rachman)

"Dapat dari teman, saya kira itu betul makanya saya posting di Facebook," kata FS

FS diketahui merupakan warga pendatang dari Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) untuk bekerja sebagai asisten rumah tangga di salah satu kawasan perumahan di kota Balikpapan.

Saat ini dirinya harus mendekam di sel tahanan mapolda Kaltim untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya yang telah menyebarkan informasi bohong.

Ia terancam hukuman pidana penjara selama 7 tahun sesuai pasal 14 ayat 2 dan atau pasal 15 undang-undang nomor 1 tahun 1946 tentang informasi bohong.

Polisi juga menegaskan kasus FS menjadi contoh bahwa penyebaran berita hoax alias berita bohong dapat dikenakan sanksi pidana.

Halaman
1234
Penulis: Zainul
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved