Polemik Wacana Pemulangan WNI eks ISIS, Jokowi Tidak Setuju, Prabowo Subianto Tak Masalah
Wacana pemulangan WNI eks ISIS menjadi polemik di tanah air, Presiden Jokowi tidak setuju, sedangkan Menhan Prabowo Subianto tak masalah
"Ketika saya pergi berbelanja dengan keluarga, kadang-kadang saya melihat mereka membantai orang-orang," papar Nada.
Nada mengakui dirinya sudah pernah melihat kesadisan dan kebrutalan yang dilakukan oleh anggota ISIS.
"Kepala dan mayat-mayat," terangnya.
Ia lanjut bercerita bagaimana perasaannya terhadap ayahnya yang membawanya ke Suriah, sehingga kini dirinya harus merelakan cita-citanya menjadi dokter.
Nada mengakui dirinya sudah memaafkan ayahnya dan memaklumi kesalahan yang dibuat oleh ayahnya.
"Ya karena dia juga manusia," jelasnya.
"Semua manusia melakukan kesalahan."
"Dia sudah meminta maaf kepada saya tentang apa yang ia lakukan," imbuhnya sembari menitikkan air mata.
• Beda Pendapat Jokowi dan Prabowo Subianto Pulangkan WNI eks ISIS, Menteri Pertahanan Punya Syarat
• Ketegasan Jokowi Soal Pemulangan WNI eks ISIS Tak Diikuti Prabowo Subianto, Mardani: Bisa Berantakan
• Baghdadi Tewas, Ini Pemimpin Baru ISIS yang Berjuluk Profesor, AS Tawarkan Rp 68 M untuk Kepalanya!
• Jokowi Tolak Pemulangan WNI Eks ISIS, Pengamat Terorisme : Lebih Baik Menerima, Begini Alasannya
Sementara itu, Menteri Agama Fachrul Razi mengataka, pihaknya akan terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak terkait pemulangan WNI eks ISIS.
"Kita akan terus upayakan langkah terbaik, dengan menjalin sinergi semua elemen masyarakat," ucapnya dikutip dari Kompas.com, Minggu (2/2/2020).
"Tidak hanya pemerintah, tapi juga LSM dan ormas keagamaan," jelasnya.
"Semua kita ajak dan bina untuk mendekat pada titik gravitasi keseimbangan, berupa moderasi beragama."
"Semoga, hal ini juga bisa dilakukan kepada para eks ISIS jika mereka akan dipulangkan," tambahnya.
(*)