TERKUAK Alasan Prabowo Subianto Gabung Pemerintahan Joko Widodo, Ingin Penuhi Janji Politik

Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto menjelaskan alasannya mau bergabung ke Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tribunnews/HO/Agus Soeparto
Presiden Joko Widodo (kiri) bersalaman dengan Menteri Pertahanan ( Menhan ) Prabowo Subianto saat keduanya bertemu di Gedung Agung, Kota Yogyakarta, Rabu (1/1/2020). Menteri Pertahanan Prabowo Subianto mengatakan tidak ada masalah dengan memulangkan WNI eks ISIS namun protokol harus dijalankan, Jokowi : tidak 

"Dan melalui pertahanan kita bisa menjamin kedaulatan Indonesia, kita bisa menjamin bangsa Indonesia tidak dipecah belah," tegasnya.

"Karena itu dari lima janji kita kita sekarang berjuang dua sebagai bagian dari pemerintah," tambahnya.

Menurutnya, ia sekarang punya punya kesempatan untuk memberi saran, usulan serta program-program kepada Presiden Jokowi.

"Jadi suara kita dalam rangka memperjuangkan kepentingan rakyat juga didengar," ucapnya.

Tak hanya itu, Prabowo Subianto juga menyinggung soal suasana politik yang baik saat ini.

"Kemudian kita bersama-sama membangun suatu suasana iklim politik yang baik, yang sejuk, yang tenang, yang bersuasana kekeluargaan, yang bersuasana kerukunan," paparnya.

"Ini harus sangat kita jaga, karena negara kita adalah negara yang sangat besar dan majemuk," tambahnya.

Polemik Wacana Pemulangan WNI eks ISIS, Jokowi Tidak Setuju, Prabowo Subianto Tak Masalah

Prabowo Subianto Singgung Anies Baswedan, Walaupun Tidak Resmi Jadi Kader Gerindra Tapi Hatinya

Merasa Enak

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan membocorkan sedikit cerita dari Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Ia mengatakan, Senin (3/2/2020) kemarin sempat bertemu sahabatnya itu dan mendengarkan pengalaman masa 100 hari menjabat sebagai Menhan di kabinet Indonesia Maju.

Pernyataan tersebut disampaikan Luhut Binsar Pandjaitan saat menghadiri acara 'Soft Launching Agriculture War Room (AWR)' di Kementerian Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan, Selasa (4/2/2020).

"Saya ketemu pak Prabowo kemarin pagi, dia bilang ke saya 'enak kerja sama dengan pak Jokowi, nggak minta apa-apa, pokoknya jangan ada yang korupsi'," ujar Luhut Binsar Pandjaitan, menirukan apa yang disampaikan Prabowo kepadanya.

Mendengar hal positif yang disampaikan mitranya di kabinet itu, Luhut Binsar Pandjaitan pun mendukung terus kiprah Prabowo di kabinet Indonesia Maju.

"Wo, kamu terusin saja (tugasmu sebagai Menteri Pertahanan)," kata Luhut Binsar Pandjaitan.

Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo Subianto (dua kiri) dan Dirut PT PAL Budiman Sale (dua kanan) meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 usai memimpin rapat terbatas di fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas itu membahas industri pertahanan nasional terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata di PT PAL. TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV
Presiden Joko Widodo didampingi Menhan Prabowo Subianto (dua kiri) dan Dirut PT PAL Budiman Sale (dua kanan) meninjau kapal selam KRI Alugoro-405 usai memimpin rapat terbatas di fasilitas Produksi Kapal Selam PT PAL, Surabaya, Senin (27/1/2020). Rapat terbatas itu membahas industri pertahanan nasional terutama berkaitan dengan kebijakan pengembangan alat utama sistem senjata di PT PAL. TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV (TRIBUN/BIRO PERS/LAILY RACHEV)

Lebih lanjut Luhut Binsar Pandjaitan pun menjelaskan alasan mengapa dirinya hanya memanggil Prabowo hanya menggunakan sebutan nama, bukan 'Pak'.

"Kami tak pakai panggilan 'pak', karena dia adik angkatan saya, di publik aja kita pakai (sebutan) 'pak'," jelas Luhut Binsar Pandjaitan.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved