Senin, 4 Mei 2026

Hindari Potensi Konflik Pembagian Lapak Pasar Rawa Indah Bontang, Dahulukan Pedagang Eks Kebakaran

Potensi konflik pemindahan pedagang ke Pasar Rawa Indah Bontang tetap ada, kendati kecil.

Tayang:
TribunKaltim.Co/Muhammad Fachri Ramadhani
Ketua Komisi II DPRD Bontang, H Rustam saat ditemui di ruangannya, Senin (10/2/2020) usai rapat dengar pendapat (RDP) membahas pembagian lapak Pasar Induk Rawa Indah Kota Bontang. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Potensi konflik pemindahan pedagang ke Pasar Rawa Indah Bontang tetap ada, kendati kecil.

Hal itu dikemukakan Ketua Komisi II DPRD Bontang, H Rustam, Senin (10/2/2020).

"Potensi konflik pasti ada, apalagi jumlah pedagang 1,022 banyaknya. Tentu ada yang senang dan kurang puas, dan komplain," katanya.

Namun ia percaya gesekan tersebut tidak menyebabkan konflik menjadi besar, lantaran pemerintah melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil, Menengah dan Perdagangan Kota Bontang dan pihak UPT Pasar telah melakukan pendekatan kepada para pedagang sejak lama.

"Ndak juga, sih (konflik besar). Sekarang sudah lakukan pendekatan, melalui Dinas dan UPT pasar.

Bahwa dalam pembagian lapak, yang diutamakan pedagang eks kebakaran dulu. Sisanya bagi yang baru, khususnya rekan-rekan di Pasar Seng kita akomodir ke sana," jelasnya.

Baca Juga;

BREAKING NEWS PMII Gelar Demonstrasi Kenaikan Tarif BPJS Kesehatan, Sudah 3 Kali Naik Iuran

HUT Kota Balikpapan, Gubernur Isran Noor Dukung Kota Ini jadi Penyangga Ibu Kota Negara Indonesia

Mantan Anggota DPRD Kalimantan Timur Ditetapkan Tersangka, Terima Suap dari Pemilik LPK Rp 100 Juta

Welcome Back Tibo! Titus Bonai Kembali Jadi Pemain Borneo FC Samarinda

Apalagi menurut keterangan Kepala UPT Pasar, pihaknya telah membentuk asosiasi pedagang, tujuannya tak lain untuk menekan adanya potensu konflik antar pedagang.

"Apalagi sudah terbentuk asosiasi di sana, mudahan bisa mengayomi anggotanya. Supaya bisa sama-sama masuk berjualan di pasar yang baru," tuturnya.

Sistem dan mekanisme pembagian lapak diatur langsung oleh UPT Pasar Taman Rawan Indah Kota Bontang.

"Ternyata sistemnya tadi sampaikan bagus, Ini pasar baru tak lagi melihat ini orang lama dan baru. Tapi diacak (pembagian lapak). Nasibnya dapat depan, ya, di depan. Di tengah, ya, di tengah. Pun di belakang," ujarnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved