Kapolda Kaltim Mengupas Hoax di Hadapan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Bontang
Hoax atau berita bohong jadi poin yang disampaikan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Muktiono dalam lawatannya ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Rita Noor Shobah
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kapolda Kaltim mengupas hoax di hadapan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Bontang.
Hoax atau berita bohong jadi poin yang disampaikan Kapolda Kaltim, Irjen Pol Muktiono dalam lawatannya ke Kota Bontang, Kalimantan Timur.
Di hadapan Forkopimda dan Tokoh Masyarakat Kota Bontang, jenderal polisi bintang 2 tersebut mengupas persoalan hoax, lantaran menganggap hoax sebagai musuh yang harus dilawan oleh masyarakat.
Kapolda berangkat dari mengutip hasil survei dan penelitian Kompas, dimana minat masyarakat dalam hal literasi atau sederhananya 'membaca' di Indonesia terbilang rendah; kurang dari 10 persen.
BACA JUGA
Kenaikan Dana BOS, di Balikpapan Gaji Guru Honorer Ditanggung Bosda
Ruko, Kios, dan Rumah di Samarinda Ludes Terbakar, Sebelumnya Lampu Sempat Kedap-kedip
Korban Tenggelam di Perairan Somber Balikpapan Belum Ditemukan, Begini Pengakuan Rekan Korban
BREAKING NEWS Jajaran Sat Reskoba Polresta Samarinda Meringkus Kurir dengan Barang Bukti Sabu 2 Kg
Apa hubungannya dengan hoax? Kapolda mengatakan kebiasaan masyarakat Indonesia membaca informasi secara utuh terbilang lemah dibanding dengan negara lain.
Hal itulah yang acap kali dimanfaatkan para penyebar hoax untuk membentuk opini di masyarakat, baik disengaja maupun tidak.
Ia menyinggung kebiasan masyarakat kebanyakan yang membenarkan informasi dengan hanya melihat judul berita saja.
Kemudian lantas menyebarkan informasi tersebut di media sosial mereka, baik lewat grup WhatsApp, Ttwiter, Facebook dan aplikasi jejaring lainnya.
BACA JUGA
26 Adegan Diperegakan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Istri Siri di Berau Kalimantan Timur
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/silatayrhami-13022020-1.jpg)