Ungkap Kematian Binaan Lapas Kelas II A Samarinda, Polisi Periksa 17 Saksi Termasuk 10 Warga Binaan

Untuk mengungkap kematian binaan Lapas Kelas II A Samarinda, Polresta Samarinda memeriksa 17 saksi termasuk 10 warga binaan

Editor: Samir Paturusi
TribunKaltim.CO/Budi Dwi Prasetiyo
Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Damus Asa menerangkan, sejauh ini sudah ada 17 orang saksi yang telah dimintai keterangan terkait meninggalnya warga binaan Lapas Klas II A, kamis (13/2/20) 

"Nanti akan disampaikan, karena kami masih melakukan pemeriksaan saksi," tandasnya.

Sebelumnya, seorang warga binaan Lapas Klas II A Jalan Jenderal Sudirman Kelurahan Pasar Pagi Samarinda Kota tewas. 

Ia tewas diduga karena mengalami tindak kekerasan.

Kejadian tersebut berawal saat keluarga dihubungi oleh pihak Lapas, jika korban atas nama Ahmad Syukur (34) dalam kondisi sakit

dan susah komunikasi yang ditempatkan di ruang perawatan RSUD A.W.Sjahranie, pada Senin (10/2/20)

Korban  sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit pada Selasa (11/2/20) sekitar pukul 04.35 Wita dan akhirnya korban dinyatakan meninggal dunia.

Kemudian, karena merasa tidak ada kejanggalan, korban langsung dibawa oleh pihak keluarga ke kediamannya di Jalan Maduningrat, Gunung Sentul,Tenggarong Kutai Kartanegara untuk dikebumikan.

Baca Juga;

Sidang Perdana Pembunuhan Berencana, Istri Bakar Suami & Anak, Aulia Kesuma Terancam Hukuman Mati

Robert Rene Alberts Bakal Pasang Fabiano Beltrame di Posisi Baru Saat Persib Bertemu Barito Putera

Titus Bonai Mulai Latihan Bersama Tim, Manajemen Borneo FC Samarinda Berharap Lini Depan Makin Tajam

"Pas meninggal dibawa ke Tenggarong dan saat mau dimandikan, kami lihat di badan Syukur (korban) ini lebam biru dan luka goresan serta anggota tubuh bengkak,

seperti tidak wajar, makanya kami langsung bawa kembali ke RSUD A.W.Sjahranie, guna dilakukan visum, mau tahu penyebab meninggalnya karena apa," ungkap Hendra Gunawan,kerabat korban saat di temui di Polresta Samarinda.

Setelah, itu pihak keluarga langsung menuju ke Mapolresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi untuk membuat laporan.

"Karena dari pihak keluarga merasa janggal atas kematian korban, hari ini kami buat laporan sekitar jam 3 sore tadi," pungkasnya (*)

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved