Polisi Akan Autopsi Jasad Yusuf Balita yang Ditemukan dengan Kondisi Tubuh tak Lengkap di Samarinda

Masih ingat kasus balita empat tahun yang hilang di salah satu PAUD di Samarinda dan saat ditemukan kondisi anggota dan organ tubuh tak lengkap

Polisi Akan Autopsi Jasad Yusuf Balita yang Ditemukan dengan Kondisi Tubuh tak Lengkap di Samarinda
Tribunkaltim.co, Budi Dwi Prasetyo
Surat penyataan menolak autopsi dari keluarga balita Yusuf yang ditandatangani ibu kandung di atas materai. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Masih ingat kasus balita empat tahun yang hilang di salah satu PAUD di Samarinda Kalimantan Timur dan saat ditemukan sudah tidak bernyawa dengan kondisi anggota dan organ tubuh tidak lengkap setelah 16 hari kemudian?

Pada Sabtu (15/2/20) lalu video curhatan orangtua balita empat tahun tersebut kepada pengacara kondang Hotman Paris di Jakarta viral di sosial media.

Ibu korban menyampaikan kepada pengacara kondang tersebut, kondisi balita malang tersebut dan meminta bantuan untuk keadilan.

Kanit Reskrim Polsek Samarinda Ulu, Ipda M Ridwan saat dikonfirmasi Minggu (16/2/20 ) mengatakan pihaknya akan melakukan autopsi terhadap jasad balita tersebut.

"Akan dilakukan autopsi dan itu dilakukan oleh dokter dari Jakarta, untuk waktunya kami belum bisa pastikan, masih menunggu informasi selanjutnya," tandasnya.

Meski memang sebelumnya dari pihak keluarga telah membuat surat pernyataan penolakan dilakukan autopsi. "Padahal dari pihak keluarganya pernah membuat pernyataan penolakan untuk autopsi, tetapi kami akan lihat perkembangannya, seperti apa," pungkasnya.

Baca Juga;

Jadwal dan Link Live Streaming Final Badminton Asia Team Championships 2020, Indonesia vs Malaysia

Rekap dan Klasemen Liga Inggris - Liverpool 5 Kali Kemenangan Lagi Bakal Kunci Gelar Juara Musim Ini

Ahli Tak Yakin Indonesia Nihil Corona, Kebiasaan Warga Ini Diduga Jadi Penyebab Virus Tak Terdeteksi

Cara Login Sensus Penduduk 2020 Secara Online, Berlangsung Hingga 31 Maret di www.sensus.bps.go.id

Pemberitaan sebelumnya balita empat tahun yang dititipkan oleh orangtua korban di salah satu PAUD di Samarinda, tetapi pada Jumat (22/11/2019) lalu balita malang tersebut, lepas dari pengawasan pengasuh. Dua pengasuh itu yang saat ini telah ditetapkan tersangka karena dianggap lalai.

Hingga pada Minggu (8/12/2019) balita tersebut ditemukan warga di anak sungai Karang Asam dengan kondisi tubuh dan organ yang tidak lengkap.

Nah, untuk memastikan anak tersebut benar, balita yang hilang di PAUD polisi melakukan tes DNA dan dipastikan jika itu adalah jasad balita empat tahun yang hilang.

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved