Banjir di Penajam

BREAKING NEWS Desa Bukit Subur di Penajam Terendam Banjir, Ketinggian Air Sampai 100 Centimeter

Guyuran hujan satu malam yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur

Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/HO BPBD Penajam Paser Utara
Guyuran hujan satu malam yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pada Senin malam (17/2/2020). Hingga Selasa (18/2/2020) pagi membuat satu desa di Kecamatan Penajam terendam banjir. 

Karena tidak dilengkapi dengan infrastruktur drainse yang cukup baik.

Rumah warga yang terendam banjir di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara pada Jumat (28/6/2019) dini hari.
Rumah warga yang terendam banjir di Kelurahan Penajam, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara pada Jumat (28/6/2019) dini hari. (TribunKaltim.Co/Heriani AM)

Setiap kali hujan selalu saja banjir datang, banjir terjadi, susahkan warga setempat. 

Nurdin ungkapkan, pemukimannya yang di Penajam ini sangat buruk sekali sistem saluran airnya, saban hari ketika hujan, air pun meluber tidak mampu segera mengalirkan ke wilayah sungai yang lebih besar. Hujan datang, banjir terjadi. 

Air hujan melimpah, saluran air pun meluap, lari ke daratan hingga membuat genangan menjadi banjir, masuk ke rumah warga, jadi terkena dampak banjir, rugi bermacam-macam.

Nurdin pun sangat berharap kepada Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara untuk segera ikut peduli, bertindak melakukan terbosan jitu atasi banjir di pemukiman warga Penajam

Satu di antaranya pemerintah Penajam Paser Utara untuk mau terpanggil ikut membantu membuat drainase atau saluran air yang layak dan memadai di pemukiman warga Penajam ini. 

"Kalau bisa sih secepatnya ada penanganan, karena paret (drainse) yang mengalirkan air ke laut itu kecil sekali, ruangnya sempit. Ada bagian yang rusak. Sampai kotoran kepiting juga banyak menumpuk disana," ujarnya.

Kejadian banjir saat usai hujan deras sudah berlangsung selama dua tahun. Sejak dua tahun lalu warga sudah menderita banjir. Warga di Penajam ini ingin sekali ada perubahan yang signikan di tempat tinggalnya. 

Penderitaan warga Penajam atas bencana banjir ini tiada henti-hentinya. Terpaan banjir membawa derita duka nestapa warga Penajam ini, satu di antaranya di alami seorang ibu rumah tangga yang satu ini. 

Dialah Supriyatin, yang hidup masih di rumah tinggal berstatus kontrakan. Setiap saat selalu rasakan banjir, Supriyatin harus mau hidup secara prihatin.

Rumahnya yang masih sewa ditambah kena banjir seolah semakin lengkap penderitaannya. Kala banjir melanda, Supriyatin tak bisa memasak.

Mengingat dapur di rumah kontrakkannya terbuat dari bahan kayu papan, saat ada banjir maka dapurnya pun ikut terangkat, terlepas dari tanah daratan.  

"Tidak tahu ini mau ngapain, bingung. Bingungnya nanti makan apa, tidur dimana. Kalau mengungsi, takut juga. Nanti kalau rumah kemasukan ular atau maling, bagaimana, makanya saya bela-bela tetap di rumah walau banjir begini," kata Supriyatin kepada Tribunkaltim.co. 

Selain itu, ada juga warga yang kena dampak buruk akibat banjir ini. Ninis, namamnya, warga Penajam yang juga kena banjir

Sehari-hari, Ninis melakoni sebagai pekerja tukang jahit.

Warga RT 02 yang berkumpul di beranda depan rumah mereka sembari menunggu air surut. Jumat (28/6/2019).
Warga RT 02 yang berkumpul di beranda depan rumah mereka sembari menunggu air surut. Jumat (28/6/2019). (Tribunkaltim.co, Heriani AM)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved