Banjir di Penajam

BREAKING NEWS Desa Bukit Subur di Penajam Terendam Banjir, Ketinggian Air Sampai 100 Centimeter

Guyuran hujan satu malam yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur

Penulis: Aris Joni | Editor: Budi Susilo
Tribunkaltim.co/HO BPBD Penajam Paser Utara
Guyuran hujan satu malam yang mengguyur hampir seluruh wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur pada Senin malam (17/2/2020). Hingga Selasa (18/2/2020) pagi membuat satu desa di Kecamatan Penajam terendam banjir. 

Ada banjir, sepi yang memakai jasa jahitannya. Genangan banjir membuat Ninis harus sibuk ungsikan berbagai perlatan jahitnya ke tempat yang aman supaya tidak basah terendam banjir

Seharusnya Ninis bekerja fokus menggarap karya jahitan para pelanggan namun saat ada banjir, Ninis terpaksa berhenti.

Padahal usaha jahitan yang dilakoni Ninis jadi ceruk ekonomi rumah tangganya. Derita merasakan banjir, membuat Ninis menganggur, tak mendapatkan uang. 

"Saya hanya bisa lanjut menjahit kalau air sudah surut. Tapi surutnya ini saya juga tidak tahu kapan," tutur Ninis kepada Tribunkaltim.co

Di tempat terpisah, Kasubid Logistik dan Peralatan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara, Hj Nulaila, upaya sementara dalam hal menangani banjir di Penajam tentu saja pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utra mengambil tindakan untuk pertolongan. 

Tindakan awal ialah melakukan pertolongan korban banjir, pendataan, dan upaya memberi bantuan dan penyediaan lokasi yang pas untuk para korban banjir di Penajam ini. 

"Kami langsung menurunkan tim untuk melakukan pemantauan, pendataan, dan identifikasi lapangan. Kami juga memenuhi kebutuhan logistik masyarakat yang terdampak seperti air minum dan makanan," katanya kepada Tribunkaltim.co pada Jumat (28/6/2019).

Dua RT yang terdampak banjir yakni RT 02 dan RT 25, masing-masing 42 Ke[ala Keluarga, 144 jiwa dan 3 Kepala Keluarga sebanyak 10 jiwa.

Diungkapkannya, penyebab banjir selain karena faktor cuaca, kondisi pasut air laut cukup tinggi di point 1.3.

Selain itu, sebagian rumah warga tidak memiliki saluran pembuang serta kondisi gorong-gorong yang kecil dan kotor sehingga mengakibatkan penyumbatan.

"Kondisi saluran air atau paret dipenuhi rumput dan juga sampah sehingga menghambat aliran air," tambahnya.

Tim gabungan yang diterjunkan dalam penanganganan korban banjir di Penajam yakni BPBD, PMK/DPKP, Babinsa, Bhabinkamtibmas.

Tidak ketinggalan juga melibatkan Polsek Penajam, RT dan warga setempat langsung tanggap dengan mengamankan barang-barang berharga di dalam rumah agar jauh dari jangkauan air.

"Saat ini, air sudah mulai turun lambat di area banjir dan kami juga masih memperhatikan kondisi cuaca dan pasang surut air laut," katanya. 

Memang bukan hal baru, jika hujan dengan intensitas tinggi dan durasi cukup lama, beberapa wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) akan terendam banjir.

Air yang meremdam halaman hingga masuk kedalam rumah warga tetap menghambat aktivitas sehari-hari.

Sejak Mei 2019, masing-masing wilayah di empat kecamatan Kabupaten PPU, terendam banjir.

Yakni Desa Gunung Intan, Rawa Mulya, Sebakung Jaya dan lainnya di Kecamatan Babulu.

Kelurahan Petung, Lawe-Lawe dan Penajam di Kecamatan Penajam.

Desa Bangun Mulya di Kecamatan Waru.

Dan Desa Karang Jinawi di Kecamatan Sepaku.

(Tribunkaltim.co/Aris)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved