News Video
NEWS VIDEO Viral Tantangan Berbahaya Skull Breaker Challenge
Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mengeluarkan imbauan terkait viralnya tantangan skull breaker challenge.
TRIBUN KALTIM.CO - Komisi Perlindungan Anak Indonesia ( KPAI) mengeluarkan imbauan terkait viralnya tantangan skull breaker challenge.
Seperti diketahui, dalam sepekan ini, media sosial tengah diramaikan dengan tantangan berbahaya skull breaker challenge.
Tantangan ini viral dengan tanda pagar #skullbreakerchallenge di media sosial Twitter dan aplikasi TikTok.
Skull breaker challenge dilakukan oleh tiga orang yang berjajar dan selanjutnya akan melompat sesuai aba-aba.
Orang yang berada di tengah akan dijegal oleh dua orang di sisi kanan dan kirinya hingga terjatuh dan terjerembab.
Salah satu video viral terkait Skull Breaker Challenge diunggah oleh akun twitter YASA for Road Saefety, @yasalebanon pada Kamis (13/2/2020).
Aksi ini kemudian viral di berbagai negara, dilakukan oleh remaja maupun orang dewasa.
Banyak video yang beredar terkait tantangan ini, tak hanya di media sosial tetapi juga di grup-grup percakapan Whatsapp.
Ketua KPAI Susanto mengatakan, KPAI mengimbau kepada masyarakat Indonesia agar tidak ikut melakukan tantangan viral tersebut.
"Ini merupakan permainan berbahaya. Kami berharap orangtua dan guru waspada serta menjelaskan dan meyakinkan kepada anak agar tidak melakukan segala bentuk permainan berbahaya, termasuk yang saat ini sudah viral," ujar Susanto, dikutip dari Kompas.com pada Minggu (16/2/2020).
Untuk mencegah penyebaran video semakin meluas, Susanto meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) agar memblokir konten negatif tersebut.
"Kami meminta Kemkominfo melakukan langkah sesuai kewenangannya, blokir konten negatif tersebut agar anak Indonesia tidak meniru permainan dimaksud," lanjut dia.
Pengawasan orangtua
Sementara itu, Komisioner KPAI Bidang Sosial dan Anak, Susianah, menilai, tantangan tersebut sangat berbahaya jika ditiru oleh anak-anak.
"Meski belum ada pengaduan terkait korban challenge, namun video ini sudah sangat meresahkan orangtua karena beredar luas melalui WA Grup di masyarakat," ujar Susianah saat dihubungi secara terpisah, Minggu sore.