Kisah Mahasiswa dari China

Wabah Corona, Mahasiswi Asal Samarinda Kuliah di Wuhan China Merasa Deg Degan Melintasi Jalan Tol

Dexi Felia, 22 tahun, mahasiswi asal Samarinda yang kuliah di China menceritakan momen paling menegangkan saat virus Corona merebak

Editor: Budi Susilo
HO
Mahasiswa asal Samarinda, Dexi Felia, yang kuliah di China menceritakan momen paling menegangkan saat virus Corona merebak di negeri tirai bambu. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Dexi Felia, 22 tahun, mahasiswi asal Samarinda yang kuliah di China menceritakan momen paling menegangkan saat virus Corona merebak di negeri tirai bambu, China.

Hal paling menantang dan gak dilupain waktu perjalan mau dievakuasi dari Bandara di Wuhan ( China ).

"Setiap orang yang melintasi jalan tol diperiksa kesehatannya," kata Dexi Felia, kepada Tribunkaltim.co, Selasa (18/2/2020).

Dexi tak memungkiri dirinya merasa deg-degan seraya terus berdoa agar lolos dari pemeriksaan kesehatan.

"Karena kalau ada gejala dan tidak sesuai standar yang ditentukan tidak boleh meninggalkan Wuhan," lanjutnya.

Dexi berada di China sejak 2016 lalu. Enggan menyebut nama kampusnya, Dexi tinggal di Asrama International Student, Hubei, China.

Baca Berita:

 Perempuan Ini Diduga Tipu Puluhan Tetangganya, Inilah Cara Modusnya Sampai Dapat Uang Puluhan Juta

 BREAKING NEWS Autopsi Jenazah Ahmad Yusuf, Makam Dibongkar, Kasus Balita Ditemukan Tanpa Organ Tubuh

Saat ini Dexi telah berada di Samarinda. Karena wabah Corona, dirinya harus melanjutkan perkuliahannya melalui sistem online.

Dexi yang merupakan mahasiswi jurusan kedokteran, menargetkan dirinya lulus pada 2022 mendatang.

Dexi bersyukur, bisa lolos dari wabah Corona yang merebak di China.

Perasaan sekarang campur aduk bahagia.

Mayat-mayat berjatuhan akibat Virus Corona, citra satelit menunjukkan Kota Wuhan merah menyala pada 9 Februari 2020
Mayat-mayat berjatuhan akibat Virus Corona, citra satelit menunjukkan Kota Wuhan merah menyala pada 9 Februari 2020 (Weixin/South China Morning Post/Dailymail)

"Terharu, bersyukur banget bisa kumpul sama keluarga lagi dengan kondisi yang sehat," kata Dexi.

Namun, Dexi mengaku sedih usai menjalani masa karantina di Natuna.

Karena harus berpisah dengan teman-teman barunya.

Termasuk juga dengan pihak TNI, Kemenkes, Kemenlu, KBRI Beijing yang bertugas saat Dexi menjalani masa karantina di Natuna.

Baca Juga:

 Ibu Kota Indonesia di Kaltim, Viral Apartemen Borneo Bay City, Begini Tanggapan Kementerian ATR

 Tatap Ibu Kota Baru, Borneo Bay City Plaza Balikpapan Bakal Bangun Taman Besar, Target Rampung 2021

Lalu, bagaimana cara Dexi mengantisipasi menyebarnya virus Corona? Dirinya berbagi tips kepada Tribun.

Pertama, harus hidup bersih. Sebelum dan sesudah makan harus cuci tangan.

Kedua, makan makanan yang bergizi. Juga harus tidur teratur.

"Saya mengkonsumsi vitamin c sekali sehari, makan makanan yang bisa meningkatkan imun tubuh, olahraga kecil-kecilan di kamar, nonton film biar ga stress , pakai masker setiap saat dan diganti setiap 4 jam sekali," tuturnya. 

Lanjutkan Kuliah Pakai Cara Online

Tidak ingin berselimut ketakutan, dua mahasiswa asal Kalimantan Timur yang sempat dikarantina di Natuna setiba dari China akan kembali ke negri tirai bambu China tersebut untuk melanjutkan kuliah.

Seharusnya, pada Senin (17/2/2020), perkuliahan di China dilaksanakan.

Namun, karena merebaknya virus Corona di China membuat mahasiswa asal Kalimantan Timur harus segera pulang.

Dan tidak dapat mengikuti perkuliahan.

Opsi kuliah online, menjadi salah satu pilihan logis untuk dapat diambil oleh para mahasiswa.

Seperti, disampaikan Rizka Nurazizah salah satu mahasiswa asal Kalimantan Timur yang kuliah di China mengungkapkan, ia akan mengambil langkah itu.

“Untuk sekarang. Tentu, saya tidak bisa pergi ke China untuk melanjutkan kuliah. Tapi, kita akan kuliah online,” ujarnya saat diwawancara awak media sesaat, setelah mendarat di Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APTP), Samarinda, pada Minggu (16/2/2020).

Sedikit diceritakan Rizka, bagaimana kondisi di sekitaran kampus tempat ia menimba ilmu saat virus Corona menyerang China. Kesulitan untuk makan, menjadi kondisi paling miria dirasakan Rizka.

Di kampus kami itu tidak ada transportasi yang beroperasi. Dari pihak kampus, meminta kepada kami untuk tidak pergi keluar.

Makanan saat itu terbatas. Dan kami kesusahan untuk makan,” kisahnya menceritakan suasa di sekitaran kampusnya.

Mahasiswa semester 6 di Fakultas Kedokteran, Hubei Polytechnic University, yang berada di Kota Huangshi, Provinsi Hubei ini juga menceritakan kisahnya, saat bagaimana usahanya mencari bahan makanan.

Beruntung, dikisahkannya lagi, di dalam kampus ada toko penjual makanan.

“Ya tapi terbatas. Alhamdulillah, kami bisa belanja di dalam kampus,” lanjutnya sembari menceritakan hingga akhirnya evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) di China dilakukan.

5 Mahasiswa dari Natuna kembali Kaltim, Kepala DKK Balikpapan pastikan aman dari virus Corona
5 Mahasiswa dari Natuna kembali Kaltim, Kepala DKK Balikpapan pastikan aman dari virus Corona (TribunKaltim.co/Risnawati)

Mahasiswi asal Kalimantan Timur lainnya, Innesa Alviani Nur Fadila mengungkapkan, akan tetap kembali ke China setelah seluruh persoalan virus Corona ini selesai. Niat menyelesaikan kuliahnya sangat kuat.

Terlebih, seharusnya besok (Senin, 17/2/2020) ia harus kuliah.

Di kampus tempat saya belajar, ada 10 orang mahasiswa asal Indonesia dari berbagai daerah.

"Saya akan balik ke China, karena saya harus kuliah. Harusnya, besok saya masuk,” imbuhnya.

Tapi, karena ada ada masalah ini maka kampus saya merencanakan kelas online.

"Nah, saya sekarang masih mencoba menghubungi kampus untuk menanyakan kapan dimulainya kelas online,” lanjutnya. 

Daerah Asal Mahasiswa Kalimantan Timur Dari China:

- Samarinda 

1. Dexi Felia Wenny Palli 
2. Farafita Firdausi Hisy
3. Fatimah Bachri 
4. Rafiatul Luklu 
5. Rizka Nurazizah 
6. K. Ristia Delly Rahman

- Balikpapan

1. Marina Febriana Chariah

- Penajam Paser Utara

1. Rizma Jatinur
2. Fuad Ilmi

- Tenggarong, Kukar

1. David Samjar Sirupa
2. Raissa Rosalind 
3. Innesa Alviani Nur Fadila

- Kutim

1. Syarifah Nur Kholifah Saing

- Kutai Barat

1. Paulina Sonali

Sumber: Dinkes Kalimantan Timur 2020.

(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved