Bekas Teroris Bisa Ikut Komcad, Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Beri Klarifikasi

Jubir Prabowo Subianto beri klarifikasi soal mantan teroris maupun residivis boleh ikut dalam komponen cadangan pertahanan negara atau komcad!

Bekas Teroris Bisa Ikut Komcad, Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto Beri Klarifikasi
TRIBUNNEWS/JEPRIMA
Menhan Prabowo Subianto saat tiba di gedung Kementrian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (24/10/2019) dalam rangka serah terima jabatan Menteri Pertahanan yang disambut upacara militer. Menhan Prabowo Subianto bereaksi saat dicecar wartawan soal musuh pertahanan Indonesia dan pesannya untuk para loyalis. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Tersiar kabar sebelumnya, mantan teroris bisa ikuti komponen cadangan atau komcad program dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan) Republik Indonesia. 

Seperti apa kabar tersebut? Dijawab pihak juru bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto

Yakni Juru Bicara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto, Dahnil Anzar Simanjuntak.

Dia pun mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan mantan teroris maupun residivis boleh ikut dalam komponen cadangan pertahanan negara atau komcad.

"Mantan teroris dan residivis atau siapa pun yang memiliki catatan kriminal tentu tidak bisa mengikuti program Komponen Cadangan (Komcad) bila nanti program tersebut berjalan," kata Dahnil dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (21/2/2020).

Dahnil mengatakan, program komcad menuntut syarat yang ketat agar bisa mengikuti proses pelatihan dan akan diseleksi oleh TNI.

Sementara itu, terkait eks teroris seharusnya lebih perlu mengikuti program deradikalisasi yang dilakukan oleh pemerintah untuk diberikan pemahaman yang moderat.

Dengan begitu, terdapat upaya moderasi agar eks teroris bisa memiliki semangat cinta dan bela negara.

Menurut dia, apabila program deradikalisasi berhasil memoderasi serta telah tertanam nilai-nilai cinta negara dan memiliki semangat bela negara, maka mereka bisa ikut program bela negara, meskipun bukan dalam program komcad.

Hal itu dilakukan agar para eks teroris tertanam semangat nasionalisme dan patriotisme. "Sehingga bisa hidup normal dengan profesinya masing-masing dan berkontribusi bagi kepentingan bangsa dan negara," kata dia.

Halaman
1234
Editor: Budi Susilo
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved