Breaking News:

Kecelakaan di Simpang RSUD Akankah Terulang Kembali?

SUARA tangis Hariyani, seorang ibu parah baya, pecah di depan IGD RSUD Taman Husada. Perempuan itu terlihat mengusap air matanya. Di sekelilingnya, be

SUARA tangis Hariyani, seorang ibu parah baya, pecah di depan IGD RSUD Taman Husada. Perempuan itu terlihat mengusap air matanya. Di sekelilingnya, beberapa kerabat mencoba menenangkan. Sekitar 15 menit sebelum hal yang mengundang air mata itu, terjadi kecelakaan tepat di simpang RSUD Bontang. Tepatnya sekitar pukul 17.00, Senin (2/3) kemarin.

Seperti yang dituliskan di media lokal, dari arah Tugu Selamat Datang, sopir salah satu bus tidak dapat mengontrol laju kendaraan. Lantas menabrak kendaraan yang tengah berhenti di traffic light. Tiga unit motor dan tiga mobil diseruduk. Satu mobil KT 1598 DM mengalami kerusakan parah. Bagian depan penyok. Sementara bagian belakang tidak berbentuk. Informasi dihimpun, di dalam mobil yang dikemudikan Ar terdapat empat orang. Mereka menjalani perawatan di RSUD Taman Husada. Nasib naas dialami Ra (17), anak Heriyani. Nyawanya tidak tertolong. Dia mengalami cedera parah setelah terseret hingga sekira 100 meter.

Hariyani menuturkan bahwa dia beserta dua anak dan cucunya menuju arah Bontang Lestari. Sepulang dari kediaman keluarga di jalan poros Bontang‑Samarinda. Hariyani yang berjalan lebih dulu menunggu Ra di seberang traffic light.  "Saya dengar benturan, dan melihat anak saya ditabrak," katanya dengan suara terisak. Kesedihan perempuan berjilbab ini bertambah, karena satu cucunya masih mendapat perawatan intensif di IGD. "Bagian betisnya luka parah," tuturnya.

Hendrik, yang berada tepat di depan mobil KT 1598 DM menuturkan bahwa peristiwa itu terjadi sangat cepat. Hendrik yang mengalami luka ringan di bagian kepala, bahkan tidak sempat melihat keadaan korban lain. "Di tanjakan bus itu saya lambung, karena terlihat seperti tidak bisa menanjak," terangnya.
Hingga petang tadi, setidaknya 2 orang meninggal dan 7 orang masih mendapat perawatan.

Jika kita melihat rekaman CCTV yang telah banyak beredar di medsos, tentu saja kejadian yang begitu mencekam, menghantakkan hati juga sangat memprihatinkan. Bus melaju dari arah Samarinda Bontang, tiba‑tiba datang melaju, tidak dapat mengontrol laju kendaraan. Lantas menabrak kendaraan yang tengah berhenti di traffic light. Tiga unit motor dan tiga mobil diseruduk dengan cepatnya.

Alternatif Simpang RSUD
Melihat begitu seringnya kecelakaan di simpang tiga RSUD, maka sebaiknya dari pihak pemerintah dan dinas terkait sekedar usulan untuk:
Pertama, menutup sementara simpang tiga tersebut, agar jalan tanjakkan tersebut dapat dilalui langsung tanpa adanya pemberhentian lampu merah. Kedua, dicarikan jalan alternatif pintu keluarga masuk RSUD agar tidak pas di simpang 3 tersebut.

Ketiga, alternatif jalan kapsul belokan yang baru yang jauh dari simpang tiga arah menuju Bontang Samarinda.
Dengan kejadian kecelakaan yang tragis ini mengingatkan kita. Hidup di dunia adalah satu fase dari sekian fase kehidupan manusia. Manusia menjalani sebuah ujian dan cobaan atau sebaliknya dan berakhir dengan suatu kematian, hanya saja kematian ini bukanlah akhir dari segalanya.
Seperti firman‑Nya: "Dia (Allah) yang telah menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kalian, siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun". (QS Al‑Mulk: 2)

Sungguh semua yang bernyawa pasti mengalami kematian. Tak ada yang tahu kapan datangnya. Maut bisa menjemput siapa saja. Tak hanya tua, yang muda pun tak kan lepas dari takdir kematiannya. Tak hanya yang sakit, kecelakaan atau orang sehat pun bisa seketika ditumbangkan maut.
Sungguh kecelakaan beruntun yang merengut 2 nyawa, mengajak kita merenungi bahwa kematian itu menjadi sebuah pengingat bagi yang hidup. Oleh karenanya, kita diperingatkan untuk banyak‑banyak mengingat mati. Dengan mengingat mati, banyak manfaat yang bisa diperoleh.

Dari Ibnu `Umar, ia berkata, "Aku pernah bersama Rasulullah shallallahu `alaihi wa sallam, lalu seorang Anshor mendatangi beliau, ia memberi salam dan bertanya, "Wahai Rasulullah, mukmin manakah yang paling baik?" Beliau bersabda, "Yang paling baik akhlaknya." "Lalu mukmin manakah yang paling cerdas?", ia kembali bertanya.
Beliau bersabda, "Yang paling banyak mengingat kematian dan yang paling baik dalam mempersiapkan diri untuk alam berikutnya, itulah mereka yang paling cerdas." (HR. Ibnu Majah no. 4259. Hasan kata Syaikh Al Albani).

Sebagai seorang Muslim semoga kita bisa mengingat kematian dan memotivasi diri untuk: Pertama, mengingat kematian menjadikan seseorang semakin mempersiapkan diri untuk berjumpa dengan Allah. Karena barangsiapa mengetahui bahwa ia akan menjadi mayat kelak, ia pasti akan berjumpa dengan Allah.
Jika tahu bahwa ia akan berjumpa Allah kelak padahal ia akan ditanya tentang amalnya di dunia, maka ia pasti akan mempersiapkan jawaban. Mempersiapkan amal‑amal terbaik dan tak lelah untuk berbuat baik.

Kedua, mengingat kematian akan membuat seseorang memperbaiki hidupnya, banyak bersyukur dan bersabar. Nabi SWT bersabda, "Perbanyaklah banyak mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian) karena jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya sempit, maka ia akan merasa lapang dan jika seseorang mengingatnya saat kehidupannya lapang, maka ia tidak akan tertipu dengan dunia (sehingga lalai akan akhirat)." (HR. Ibnu Hibban dan Al Baihaqi, dinyatakan hasan oleh Syaikh Al Albani).

Ketiga, mengingat kematian membuat kita belajar lebih mencintai keluarga, baik suami atau istri serta anak‑anak. Karena bagaimana pun kita akan pergi meninggalkan apa‑apa yang dicintai, sehingga berusaha untuk lebih menyayangi dan mencintai mereka selagi masih ada di dunia.
Mendidik istri serta anak‑anak dengan nilai‑nilai kebaikan. Berusaha berjuang menjadi keluarga yang sholeh dan mencintai Al Quran, hingga kelak terpisah di dunia dan akan bertemu lagi di akhirat kelak. InsyaAllah. (*)

Oleh: Muthi' Masfu'ah Ma'ruf' AMd, CN NLP
Ketua Gagas Citra Media, Owner Rumah Kreatif Salsabila Bontang dan Abi Literasi
Kaltim

Editor: Tohir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved