Selasa, 12 Mei 2026

Berita Pemprov Kalimantan Utara

Agar Sukses Kerjakan UN 2020, Gubernur Kaltara Bocorkan Tips 3S Ini Kepada Para Siswa

Gubernur meminta kepada para siswa untuk tidak tegang, apalagi dengan rasa takut menghadapi Ujian Nasional.

Tayang:

TANJUNG SELOR – Sekitar dua pekan lagi, seluruh peserta didik jenjang menengah atas dan sederajat akan mengikuti Ujian Nasional (UN) tahun pelajaran 2019/2020.

Tak terkecuali di Provinsi Kalimantan Utara. Menginginkan hasil yang maksimal, Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie memberikan pesan-pesan dan support moril untuk para siswa yang akan menghadapi UN.

Gubernur meminta kepada para siswa untuk tidak tegang, apalagi dengan rasa takut menghadapi Ujian Nasional.

Irianto memberikan tips, dengan prinsip 3S, yakni Santai – Serius – Sukses. Artinya, kesuksesan atau hasil yang baik dari ujian nasional dapat raih jika dalam “kesantaian” terdapat “keseriusan”, dan dalam “keseriusan” ada “kesantaian”.

“Dan yang tak kalah pentingnya, harus selalu optimis. Jangan minder, dan semangat dalam menghadapi ujian nasional nanti,” pesan Irianto.

Kedua, lanjut Gubernur, siswa diminta belajar dan berdoa. “Giat belajar, latihan soal-soal, dan tidak lupa senantiasa berdoa memohon kepada Allah, Tuhan Yang Maha Esa untuk diberikan kemudahan,” ujarnya.

Pesan ketiga disampaikan Gubernur, para siswa diminta untuk menjaga kesehatan. Dengan istirahat teratur, makan yang cukup dan berolahraga.

“Saya doakan, semoga anak-anakku yang akan menghadapi ujian nasional diberikan kemudahan oleh Allah SWT, diberi kesehatan dan kesuksesan di masa depannya,” doa Irianto.

Sementara itu, pelaksanaan UN tahun nyaris tak ada perubahan pada sistem pelaksanaan UN tahun ini dengan sebelumnya.

Diutarakan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Provinsi Kaltara Teguh Sutanto, sistem pelaksanaan UN ini tetap menggunakan pola Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Nasional Kertas dan Pensil (UNKP).

“Untuk sekolah penyelenggara UNBK, peserta UN mendapatkan soal yang sudah disusun dari pusat. Tentunya, jenis soal berbeda-beda guna mencegah siswa saling menyontek,” ungkap Teguh yang ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Tak itu saja, soal ujian tetap menggunakan sistem Higher Order Thinking Skills (HOTS). Hanya saja, jumlah soal bersistem HOTS bertambah dibandingkan tahun lalu.

Dengan kata lain, peserta UN harus memiliki daya logika dan kemampuan berpikir analitis untuk menjawab soal jenis ini. Kemampuan itu harus lebih baik dibandingkan menjawab soal-soal Lower Order Thinking Skills (LOTS) yaitu soal yang hanya mengandalkan daya ingat.

“HOTS sendiri meliputi kemampuan mengingat (remembering), memahami (understanding), mengaplikasikan (applying), menganalisis (analyzing), mengevaluasi (evaluating) dan mencipta (creating). Atau dengan kata lain, mengasah keterampilan mental seorang pelajar tentang pengetahuan,” jelasnya.

Soal teknis pelaksanaan UN, Teguh memaparkan bahwa waktu pengerjaan soal rata-rata 120 menit. Didalam setiap ruang ujian, memuat 20 hingga 40 peserta ujian dengan waktu ujian sebanyak 3 sesi.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved