Wacana Lockdown Wilayah yang Terjangkit Virus Corona di Indonesia Mengemuka, Ini Kata Jokowi
Wacana lockdown wilayah yang terjangkit virus Corona di Indonesia mengemuka, Ini Kata Jokowi
TRIBUNKALTIM.CO - Wacana lockdown wilayah yang terjangkit virus Corona di Indonesia mengemuka, Ini Kata Jokowi .
Virus Corona yang bermula dari Wuhan China kini menyebar di hampir semua negara .
Bahkan Italia sudah melakukan lockdown atau mengunci negaranya dan melarang orang keluar masuk ke negaranya .
Saat ini pemerintah Indonesia tak akan melakukan lockdown atau mengunci wilayah yang terjangkit virus corona.
Hal tersebut disampaikan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Achmad Yurianto selaku juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona.
Presiden Jokowi mengaku, saat ini pemerintah belum memikirkan kebijakan lockdown tersebut.
• Bukan Lagi Level Provinsi, Anies Beber Solusi Corona Skala Negara dan Beri Saran untuk Pemerintah RI
• Penyerang Juventus Paulo Dybala Positif Terjangkit Virus Corona, Rekan Cristiano Ronaldo Dikarantina
• Mikel Arteta Pelatih Arsenal Positif Terjangkit Corona Virus Covid-19, Para Pemain Ikut Diisolasi
• Tak Ingin Kecolongan, Pemkot Balikpapan Buat Satgas Anti Corona dan Panggil Sejumlah Travel
"Belum, belum berpikir ke arah sana," ujar Jokowi di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (13/3/2020), dikutip dari Kompas.com.
Jokowi lalu mengapresiasi langkah dari Kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah, dalam menangani virus corona di Indonesia.
Ia menyebut, sejumlah daerah ikut berperan dalam edukasi masyarakat mengenai virus corona.
"Saya memberikan apresiasi terhadap daerah yang mampu mengedukasi ke masyarakat," katanya.
"(Daerah) memberikan penjelasan ke masyarakat yang baik, seperti DKI Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat."
"Hal-hal seperti itu yang bisa menenangkan," ungkap Jokowi.
Achmad Yurianto
Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Corona, Achmad Yurianto, mengatakan mengambil opsi lockdown justru akan meningkatkan adanya peluang penularan virus corona.
"Kami tidak akan memakai opsi lockdown, karena kalau di-lockdown, malah kita tidak akan bisa berbuat apa-apa," ujar Yurianto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Kamis, dikutip dari Kompas.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/jumlah-kasus-positif-virus-corona-bertambah.jpg)