Virus Corona
Imbas Pandemi Covid-19, Pasar Tradisional Samarinda jadi Sepi, Menurun Sekitar 30 Persen dari Biasa
Diketahui pandemi Virus Corona atau covid-19 sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa ( KLB ) di kota Samarinda Kaltim. terapkan social distancing
Penulis: Muhammad Riduan | Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUN KALTIM.CO, SAMARINDA - Diketahui pandemi Virus Corona atau covid-19 sudah dinyatakan Kejadian Luar Biasa ( KLB ) di kota Samarinda Kalimantan Timur.
Dengan itu, ada beberapa peraturan atau imbauan yang dirasa efektif oleh Pemerintah Kota atau Pemkot Samarinda seperti social distancing.
Pemberlakuan social distancing di kota samarinda juga berimbas terhadap pasar.
Pada hari ini Kepala Dinas Perdagangan kota Samarinda Marnabas, menyampaikan bahwa beberapa pasar tradisional di Samarinda menjadi lebih sepi dari biasanya, menurun 30 sampai 40 persen.
"Beberapa hari ini beberapa pasar tradisional sepi menurun sekitar 30 hingga 40 persen," ucapnya kepada Tribunkaltim.co saat dihubungi melalui telepon seluler, Selasa (24/3/2020).
• NEWS VIDEO Dandim Bersama Kapolres Berau Sosialisasi di Pasar Sanggam Adji Dilayas
• Relawan Baguna PDIP Kalimantan Timur Turut Melawan Penyebaran Virus Covid-19
• Cegah Virus Corona, Dinas Perdagangan Kota Samarinda Sediakan 100 Tempat Cuci Tangan di Pasar-pasar
• Keliling Pasar, Dandim Bersama Kapolres Berau Sosialisasi Bahaya Corona ke Pedagang dan Pembeli
Pengunjung sepi, pedagang bahan panganpun ikut merasakan dampaknya, seperti gula. "Gula memang tidak langka namun sekarang, import belum datang. Kalau sudah datang insyaAllah kembali normal itu," ucapnya.
Marnabas menerangkan gula inikan dipenuhi oleh Kementerian Dalam Negeri. Yang jelas sekitar satu bulan yang lalu sudah diurus izinnya.
"Gula saja, tapi sebenarnya gula bukan turun. Tadi kita sidak masih ada berapa ton itu. Cuma biasalah gula inikan diserahkan ke mekanisme pasar," ucapnya. (m14)
IKUTI >>>>> Update Virus Corona
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sepi-sekali.jpg)