Virus Corona di Kaltim

Dinkes Kaltim Laporkan Kasus Transmisi Lokal Virus Covid-19 di Balikpapan, Warga Bisa jadi ODP Semua

Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Dinkes Kaltim ) melaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Covid-19 ( Virus Corona ).

ANDREAS SOLARO / AFP
ILUSTRASI - Rawat Pasien Virus Corona. Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Dinkes Kaltim ) melaporkan kepada Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Covid-19 ( Virus Corona ). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Baru saja, Dinas Kesehatan Kalimantan Timur ( Dinkes Kaltim ) melaporkan kepada pemerintah pusat melalui Kementrian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan virus Covid-19 ( Virus Corona ) soal potensi terjadinya transmisi lokal di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinkes Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, laporan ini disampaikan kepada pemerintah pusat katena sudah ada didapati kasus positif terpapar virus Corona di kota berjuluk Kota Minyak ini tanpa melalui perjalanan dari daerah penularan virus.

“Jadi, ada dua kasus positif Virus Corona di Balikpapan yang tanpa bepergian ke daerah penularan, tapi yabg bersangkuatn posititf Virus Corona,” ujarnya saat menyampaikan keterangan pers di hadapan awak media, pada Minggu (30/3/2020) pukul 18.00 Wita di Kantor Dinkes Kaltim Jalan Abdul Wahab Syahranie (AWS) Samarinda.

Dari laporan yang disampaikan, Andi menyebutkan, ada dua alasan menyertai laporan tersebut.

BACA JUGA:

 Warga Banjarmasin Lewati Balikpapan, Usai Ikuti Ijtima Jamaah Tabliq di Gowa, Positif Virus Covid-19

 Masjid Al Ikhlas Balikpapan, Mulai 29 Maret Hentikan Ibadah Berjamaah Salat Lima Waktu dan Jumat

Pertama, Andi mengatakan, kasus pasangan suami istri (Pasutri) di Balikpapan yang dinyatakan positif setelah melakukan kunjungan ke 14 pendeta yang turut serta dalam pertemuan Sidang Tahunan Sinode di Bogor.

Ada 14 pendeta, satu di antaranya positif Virus Corona.

Kemudian, pasutri ini juga dinyatakan positif.

"Saat kontak langsung dengan pendeta tersebut tanpa melalui perjalanan bersama-sama ke acara yang sama,” jelasnya.

Kasus kedua, dibeberkan Andi, adalah terpaparnya seorang anak dari kedua orang tuanya yang melakukan perjalanan ke Jepang (Kluster Jepang).

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved