Sejarah Hari Ini
Sejarah 30 Maret, Saat Obat Bius Pertama Kali Digunakan dalam Dunia Kedokteran
Momen sejarah 30 Maret mengingatkan kita pada peristiwa saat obat bius pertama kali digunakan dalam dunia kedokteran.
Penulis: Syaiful Syafar | Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Setelah saat itu, eter dikembangkan menjadi obat kudis dan radang paru-paru yang sering digunakan banyak orang.
Pada awal abad ke-19, eter banyak disalahgunakan.
Baca juga: Bukan Jahe, Peneliti Temukan Obat Baru Penangkal Corona, Ternyata Banyak di Pasar dan Harganya Murah
Dokter Crowford Long memperhatikan teman-temannya menggunakan eter yang hasilnya membuat badan seseorang mati rasa.
Akhirnya, ia mencoba menggunakan obat ini dalam operasi untik kali pertama.
Keberhasilan yang dilakukan oleh Crawford Long tak langsung dia ajukan ke publik.
Tak heran, banyak orang yang menggunakan obat bius mendaulatnya sebagai yang pertama, seperti William TG Morton.
Morton merupakan dokter gigi yang telah mendapatkan ketenaran dengan penggunaan eter dan memperlihatkan kepada publik sebagai anestesi bedah yang efektif.
Kloroform dan eter
Pada tahun 1847, dokter Skotlandia bernama Sir James Young Simpson pertama kali menggunakan cairan berbau manis, tidak berwarna, dan tidak mudah terbakar sebagai obat bius ( kloroform ).
Namun, ada risiko yang lebih tinggi terkait penggunaan obat ini sehingga pemberiannya membutuhkan keterampilan dokter yang lebih baik.
Keterampilan dan perawatan diperlukan untuk membedakan dosis efektif, yakni cukup untuk membuat pasien tidak peka selama operasi dan tidak menggangu fungsi paru-paru.
Ada juga laporan awal kematian akibat kloroform, dimulai dengan seorang gadis berusia 15 tahun pada 1848.
Dalam perkembangannya, dokter memadukan kloroform dan eter sebagai obat bius.
Dokter militer AS menggunakannya saat Perang Saudara.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sejarah-30-maret-saat-obat-bius-pertama-kali-digunakan-dalam-dunia-kedokteran.jpg)