Virus Corona

Jadi Opsi Jokowi Lawan Virus Corona, Yusril Ihza Mahendra Beber Gus Dur Pernah Pakai Darurat Sipil

Jadi opsi Jokowi lawan Virus Corona, Yusril Ihza Mahendra beber Gus Dur pernah pakai darurat sipil

KOMPAS.com / KRISTIANTO PURNOMO
Yusril Ihza Mahendra 

TRIBUNKALTIM.CO - Jadi opsi Jokowi lawan Virus Corona, Yusril Ihza Mahendra beber Gus Dur pernah pakai darurat sipil

Sikap Presiden Joko Widodo yang melontarkan opsi darurat sipil untuk melawan Virus Corona atau covid-19 mendapat tentangan.

Kali ini, kritik datang dari Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra.

Diketahui, Yusril Ihza Mahendra menjadi Ketua Tim Hukum Jokowi - Maruf Amin di Mahkamah Konstitusi beberapa waktu lalu.

Pakar Hukum Tata Negara Yusril Ihza Mahendra menegaskan bahwa Pasal-pasal dalam Perpu Nomor 23 Tahun 1959 yang mengatur Darurat Sipil tidak relevan dengan upaya melawan merebaknya wabah Virus Corona ( covid-19).

Pernyataan ini menanggapi wacana Presiden Joko Widodo yang menjadikan darurat sipil sebagai opsi pemerintah menanggulangi situasi abnormal akibat pandemi Virus Corona.

Niat Anies Baswedan Karantina Wilayah Jakarta Pupus di Tangan Jokowi, Fadjroel Rachman Beri Solusi

Anak Buah Megawati Kritik Opsi Darurat Sipil Jokowi Lawan Virus Corona, Tak Relevan untuk Covid-19

"Pengaturan Pasal Darurat Sipil hanya efektif untuk mengatasi pemberontakan dan kerusuhan.

Bukan mengatasi wabah yang mengancam jiwa setiap orang," kata Yusril Ihza Mahendra kepada Tribun, Selasa (31/3/2020).

Yusril Ihza Mahendra menjelaskan, satu-satunya pasal yang relevan adalah pasal yang berkaitan dengan kewenangan Penguasa darurat sipil untuk membatasi orang ke luar rumah.

Ketentuan lain seperti melakukan razia dan penggeledahan hanya relevan dengan pemberontakan dan kerusuhan.

Halaman
1234
Penulis: Rafan Arif Dwinanto
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved