Virus Corona di Kutim
Pasien Covid-19 di Kutai Timur Bertambah, RSUD Kudungga Butuh Lebih Banyak Perawat
Data terakhir, Kamis 16 April 2020, Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) di Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) Provinsi Kalimantan Timur, bertambah satu lagi
TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Data terakhir, Kamis 16 April 2020, Pasien Dalam Pengawasan ( PDP ) di Kabupaten Kutai Timur ( Kutim ) Provinsi Kalimantan Timur, bertambah satu lagi dibanding hari sebelumnya.
Dari 21 menjadi 22 PDP hari ini. Dari jumlah tersebut 13 PDP sedang menunggu hasil tes swab yang dikirim ke laboratorium Kemenkes RI di Surabaya, Jawa Timur.
Dari jumlah PDP tersebut, lima dinyatakan negatif dan sudah dipulangkan serta empat pasien lainnya dinyatakan positif dan telah masuk ruang isolasi.
Peningkatan jumlah pasien yang dirawat mengharuskan rumah sakit menyiapkan kamar–kamarnya untuk menampung pasien terindikasi covid-19 atau Corona. Karena alokasi ruang yang disediakan saat ini sudah penuh.
BACA JUGA:
• Pandemi Corona, Dinkes Kutim Berharap Tidak Ada Transmisi Lokal di Kutai Timur
• Soal Sembako Gratis, Wabup PPU Minta RT Hingga Lurah dan Kades Tidak Minta Pungutan ke Warga
Pasien PDP yang dirawat di RSUD Kudungga, saat ini sudah 19 orang. Alokasi ruang yang pertama, yakni 15 kamar, sudah penuh. Saat ini, empat pasien sudah menempati ruang Nilam, yang merupakan ruang cadangan.
"Ada 13 kamar yang kami siapkan untuk cadangan,” ungkap Kepala RSUD Kudungga, dr Anik Istiyandari, saat ditemui TribunKaltim.co usai mengikuti rapat koordinasi penanganan pasien covid-19, Kamis (16/4/2020) siang.
Meski sudah siap menghadapi segala situasi sebagai dampak penyebaran covid-19, lanjut Anik, pihaknya berharap tidak terjadi lonjakan jumlah PDP di Kutim. Karena rumah sakit rujukan tersebut masih kekurangan tenaga perawat yang khusus untuk menangani covid-19.
“RSUD Kudungga Sangatta, sebagai rumah sakit rujukan penanganan pasien covid-19, kami sudah siap. Karena memang harus siap. Namun, tenaga perawat kami saat ini jumlahnya cukup terbatas. Kami membutuhkan 20 perawat, kemarin baru 10 yang melamar," ujarnya.
Serta tenaga pendukung lainnya, seperti cleaning service dan lainnya. Karena untuk covid-19, tenaga medis maupun penunjangnya harus dikhususkan di ruang penanganan itu saja. "Tidak bisa menangani pasien lainnya,” ujar Anik.
IKUTI >> Update Virus Corona
IKUTI >> Update Virus Corona di Kutim
( TribunKaltim.co/M Sarita )
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sarita-isti.jpg)