PHM Benarkan Efisiensi Kilang Balikpapan Akibat Penurunan Permintaan BBM, Tak Ada PHK
PT Pertamina (Persero) akan melakukan efisiensi kilang. Pasalnya, permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19 se
Penulis: Heriani AM | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO,BALIKPAPAN - PT Pertamina (Persero) akan melakukan efisiensi kilang. Pasalnya, permintaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di tengah pandemi Virus Corona atau covid-19 sedang menurun.
Untuk itu, penurunan kapasitas pengolahan kilang akan dilakukan di kilang Balikpapan.
Menurut Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati, pengurangan akan bertahap hingga akhirnya kilang Balikpapan berhenti beroperasi pada Mei 2020. Penurunan kapasitas operasi kilang sesuai dengan kondisi demand.
Hal tersebut dibenarkan oleh pihak PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM). PHM adalah cucu usaha PT Pertamina (Persero), badan usaha milik negara di sektor energi terintegrasi, diproyeksikan masih menjadi kontributor terbesar terhadap PT Pertamina Hulu Indonesia pada 2019.
Dari total produksi minyak 47,5 ribu barel per hari (BOPD) dan lifting 47,2 ribu BOPD serta produksi gas 849 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD) dan lifting 707 MMSCFD, sebagian besar dikontribusikan oleh PHM.
Baca Juga
Percepat Pemeriksaan Pasien Virus Corona, 1 Unit PCR Akan Dipasang di RS Pertamina Balikpapan
Sempat Berpolemik dengan Luhut, Said Didu Kini Sindir Ahok Soal Cashback Pertamina ke Ojek Online
Pertamina EP Field Tarakan Kalimantan Utara Peduli Pendidikan Sekolah Adat Punan Semeriot
"Pemberitaan dan statement dari Bu Dirut benar. Shut down kilang dilakukan parsial, tidak semuanya stop dalam waktu bersamaan," ungkap Region Manager Comm, Rel & CSR Kalimantan, Roberth Marchelino Verieza saat dihubungi, Jumat (17/4/2020).
Ia menyebut, hal ini disebabkan konsumsi BBM yang turun dikala covid-19, sedangkan untuk kapasitas tangki tidak dapat mengakomodasi jumlah produksi yang ada.
"Maka dilakukan proses shut down tersebut. Hal ini juga dimanfaatkan untuk maintenance kilang," tuturnya.
Namun Roberth menegaskan, menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri, stok BBM sangat aman. Penurunan kapasitas kilang juga tak berdampak pada karyawan. Ia menegaskan, tidak ada karyawan yang diberhentikan akibat putusan ini.
"Alhamdulillah, di tengah kondisi ini, tidak ada karyawan yang diberhentikan," pungkasnya. (*)
Baca Juga
Pembangunan Kilang di Balikpapan Terhambat Covid-19, Pertamina Tegaskan Tak Rumahkan Karyawan
Penjualan BBM Pertamina Terendah Dalam Sejarah, Nicke Widyawati Ungkap Kenapa Harga Belum Turun
Setelah Ahok Beri Ojek Online Keringanan Melalui Pertamina, Pengamat Kritik Pemerintah Tak Adil
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/salah-satu-sumur-di-blok-mahakam-yang-terdapat-di-lapangan-spu.jpg)