Harga Gula Naik Rp 20 Ribu/Kg, Disperindag Kutim Datangkan Gula Pasir dan Bawang Putih dari China

Kendati stok gula dan beras dipastikan aman selama Ramadan, namun harga gula masih melambung hingga menembus angka Rp 20.000/kg di Kabupaten Kutai Tim

Editor: Rahmad Taufiq
TRIBUNKALTIM.CO, DIAN MULIA SARI
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kutai Timur H Zaini menyampaikan, pihaknya bakal mendatangkan gula pasir dan bawang putih dari China. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA- Kendati stok gula dan beras dipastikan aman selama Ramadan, namun harga gula masih melambung hingga menembus angka Rp 20.000/kg di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur.

Sementara Pemkab Kutim melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan atau Disperindag Kutim bakal mendatangkan gula pasir dari China.  

Selain gula, Disperindag juga akan mendatangkan bawang putih dari negeri Tirai Bambu tersebut. 

Maklum, dua komoditi ini cenderung naik selama Ramadan.

Bulan suci Ramadan 1441 H tinggal menghitung hari, Kepala Disperindag Kutim H Zaini menegaskan, stok beras dan gula dipastikan aman untuk bulan Ramadan nanti.

"Stok beras aman sampai bulan Ramadan, itu di Bulog ada stok 4.200 kilo beras, aman aja kita sampai saat ini," ujar Zaini. Senin (20/4/2020).

Ia juga sempat terjun ke pasar yang ada di Kutai Timur untuk memantau ketersediaan bahan pokok di sana dan ternyata memang stok masih aman

Zaini mengaku untuk gula pasir saat ini pihaknya masih menunggu perjalanan dari Bulog Samarinda.

Ia mengatakan jika Disperindag telah melakukan pelelangan di tingkat pusat karena ada beberapa yang impor dari luar negeri. Bukan hanya gula pasir, bawang putih juga diimpor dari negeri China.

Jelang Ramadan, Stok Bahan Pokok di Balikpapan Turun, Harga Gula Turun Jadi Rp 17.000

Harga Gula Melambung Tinggi, Wakil Bupati Berau Sidak Sejumlah Agen Penyalur

"Kan barangnya datang dari luar negeri, yang jelas impor itu gula, bawang putih dari China kalau bawang merah itu Indonesia," ujarnya.

Kendati demikian stok gula pasir di Kutai Timur sampai saat ini masih ada dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kutim. Akan tetapi harga gula masih melambung tinggi mencapai Rp 20.000 per kilo.

"Gula aja ini yang belum (stabil) karena gula masih dalam perjalanan juga yang masih harga Rp 20.000/kilo, tapi masih ada barangnya, cuman harga naik," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved