Breaking News:

Ayah Tiri di Samarinda Rudapaksa Anak di Semak-semak, Kejadian Setelah Bertengkar dengan Istri

Kesal dengan istri, anak tiri jadi pelampiasan nafsu sang ayah RA (35) pada Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Poros Samarinda

Penulis: Budi Dwi Prasetiyo | Editor: Budi Susilo
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI DWI PRASETIYO
Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Iptu Teguh Wibowo saat memintai keterangan pelaku cabul terhadap anak tirinya,diruangan unit PPA, Mako Polresta Samarinda Rabu (22/4/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Kesal dengan istri, anak tiri jadi pelampiasan nafsu sang ayah RA (35) pada Selasa (21/4/2020) sekitar pukul 02.30 Wita di Jalan Poros Samarinda - Bontang, Kalimantan Timur.

Kejadian tersebut bermula dari pertengakaran antara tersangka dengan sang istri, lantaran pelaku cemburu dengan mantan suami sang istri, dan membuat istri pelaku tersebut kerap diusir.

Dan pada Senin (20/4/2020) sekitar pukul 23.30 Wita, keduanya kembali bertengkar dengan sang istri. Dari pertengkaran itu pun sang istri mengusir pelaku dari rumah yang mereka tempati bersama.

Lalu, korban pun diminta oleh sang ibu untuk mengantar pelaku ke salah satu gudang plastik di kawasan Samarinda Utara, Kota Samarinda Kalimantan Timur. Pasalnya motor tersebut merupakan milik istri pelaku, dengan maksud motor itu akan dibawa kembali oleh korban pulang ke rumahnya.

BACA JUGA:

 Pengetatan Sosial Diterapkan, Kualitas Udara di Balikpapan Nomor 1 Terbaik dari 39 Kota di Indonesia

 Pasien Pertama Positif Corona di Berau Kondisi Membaik, Tiga Masih Mengalami Keluhan

 Kursi Tamu Diberi Jarak, Bupati Kukar Gelar MoU, Berikut Nilai Pagu Anggaran Penanganan Covid-19

Namun saat sampai ditempat tujuan yang dimaksud, sekitar pukul 01.30 Wita dini hari (21/4/2020), gudang tersebut telah tutup, dan saat itulah timbul niatan bejat dari pelaku.

Lalu pelaku pun beralibi akan membawanya ke rumah paman, dan ternyata pelaku membawa korban ke Jalan Poros Samarinda-Bontang yang dalam keadaan sunyi, tepatnya di semak belukar.

"Jadi, saat masuk di semak-semak itu, pelaku mengatakan mau buang air kecil dan tiba-tiba langsung merebahkan korban," ungkap Kanit PPA Satreskrim Polresta Samarinda, Iptu Teguh Wibowo saat diwawancara TribunKaltim.co di Mako Polresta Samarinda Rabu (22/4/2020)

"Korban sempat melawan, tetapi korban ini tidak berdaya dan pelaku pun menyetubuhi korban sebanyak satu kali," sambungnya.

Lebih lanjut dikatakannya usai melakukan aksi bejatnya ini, pelaku pun mengancam korban untuk tidak membeberkan perbuatannya dan setelah itu korban dibawa kembali oleh pelaku ke rumahnya di kawasan Sungai Kunjang.

BACA JUGA:

 7 Alumnus Ijtima Dunia di Gowa Diperiksa Rapid Test di Bontang, Dinkes Sebut Ada 3 Positif

 Peserta Ijtima Dunia di Gowa Banyak Belum Lapor Pulang, Kemenag Bontang Sebut Ada Santri Berangkat

"Saat tiba, ibu korban ini langsung bertanya dan korban pun menceritakan perlakuan ayah tirinya itu," katanya.
"Dan keluarga korban ini atau paman korban langsung memukul pelaku dan sempat menjadi bulan-bulanan warga karena sempat diteriakin maling," pungkasnya.

Saat itu juga sang istri yang juga ibu korban MA (45) pun langsung melaporkan hal tersebut dan saat itu juga pelaku diamankan jajaran Reskrim Polresta Samarinda.

Atas perbuatannya pelaku dijerat dengan pasal persetubuhan terhadap anak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (3) UU RI No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan bui.

( TribunKaltim.co/Budi Dwi )

Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved