Berita Pemkab Kutai Timur

Alumni Gowa Diminta Segera Lapor dan Periksa

Itu dari pegawai yang sering keluar masuk Kutim. Di Kecamatan Kaliorang, ada juga alumni Gowa. Ketika mau diisolasi, tidak mau. Diperiksa juga tidak

Tribun kaltim/Margaret Sarita
Bupati Ismunandar dan Wabup Kasmidi Bulang saat diwawancarai awak media di Media Center Diskominfo Perstik Kutim. 

TRIBUNKALTIM.CO, SANGATTA – Bupati Ir H Ismunandar MT didampingi Wabup H Kasmidi Bulang ST MM dan Sekda Drs H Irawansyah M Si terus memantau perkembangan penularan Covid 19 di wilayah Kabupaten Kutai Timur. Data terakhir, Senin (17/4/2020), pasien terkonfirmasi positif sebanyak 12 orang, angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) mencapai 31 orang, dan Orang Dalam Pemantaua (ODP) sebanyak 435 orang.

Dari jumlah tersebut, diketahui alumni kegiatan keagamaan di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan merupakan pasien terkonfirmasi positif paling banyak. Bahkan penderitanya menyebar berasal dari beberapa kecamatan di Kutai Timur.

“Wabah covid-19 ini bukan bakteri yang berjalan. Tapi manusia, atau orang. Tentu kehati-hatian kita dibutuhkan dalam hal ini. Terima kasih pada perusahaan–perusahaan yang sudah menerapkan pembatasan orang yang masuk dan karyawan yang keluar. Terutama perusahaan perkebunan yang memiliki jumlah pekerja ribuan. Saya sangat apresiasi sekali. Karena kejadian Covid-19 ini rata-rata dibawa oleh orang–orang yang bepergian keluar Kutim dan kembali,” ungkap Ismunandar.

Cegah Covid-19 Tingkat Desa, Setiap Orang Masuk Perumahan Tapis Tanah Grogot Diperiksa Suhu Badannya

Dandim 0909 Sangatta Minta Karyawan Perusahaan Tidak Kucing-kucingan

Cegah Covid-19, Disdukcapil PPU Maksimalkan Layanan Capil Go Digital Untuk Hindari Tatap Muka

28 Orang Kluster Gowa di Balikpapan Enggan Jalani Rapid Test Ulang, Alasan Sibuk dan Sehat

Salah satunya, menurut Ismunandar di Kecamatan Karangan. Kecamatan yang tadinya tidak ada yang terkonfirmasi positif dan PDP, ternyata sekarang ada. Itu dari pegawai yang sering keluar masuk Kutim. Di Kecamatan Kaliorang, ada juga alumni Gowa. Ketika mau diisolasi, tidak mau. Diperiksa juga tidak mau. Sekalinya, dites swab, positif.

“Ini pentingnya jangan kita berkerumun. Karena ada orang tanpa gejala bisa menularkan. Kluster Gowa saat ini menjadi kluster terbanyak yang hasil pemeriksaannya positif. Jadi, mereka yang dari Gowa, sebaiknya lapor ke Puskesmas, RSUD Kudungga Sangatta atau ke Dinas Kesehatan Kutim. Di Muara Wahau, dua orang alumni, menularkan pada tiga orang. Jadi lima yang positif. Sangatta Selatan juga. Segera lapor agar lebih cepat terdeteksi.Karena alumni Gowa ini di Kutim ada 130 orang, tapi baru 95 yang ikut rapid test,” ujar Ismunandar.(advertorial/Diskominfo Perstik Kutim/sar)

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Ardian Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved