Pengaruh Wabah Covid-19 bagi Pola Kehidupan dan Penataan Wilayah Kota
WABAH virus Covid-19 sedang melanda dengan dahsyatnya ke seluruh dunia. Bahkan hingga 7 April 2020 sudah melampaui jumlah 1,3 juta yang terpapar. Itup
WABAH virus Covid-19 sedang melanda dengan dahsyatnya ke seluruh dunia. Bahkan hingga 7 April 2020 sudah melampaui jumlah 1,3 juta yang terpapar. Itupun belum pada puncak wabah, yang diperkirakan para ahli pada Mei atau Juni ini. Insya Allah…Semoga bisa lebih cepat. Kita sangat menghargai pengorbanan para tenaga medis, sukarelawan dan donator yang telah berjuang melawan wabah Covid-19.
Dengan adanya wabah Covid-19 ini disamping telah membuat kita semua khawatir, bahkan stress, telah memaksa kita semua merubah cara kita berkehidupan sehari-hari. Dengan mudahnya virus ini menular antar manusia, maka memaksa kita mengubah dalam berinteraksi antar manusia, cara dan lokasi kita bekerja.
Meningkatkan kesadaran higienis, meningkatkan kesadaran untuk mempunyai tubuh yang sehat dan memakan makanan yang sehat, karena Covid-19, sementara ini hanya bisa dilawan oleh daya immunitas yang diproduksi tubuh kita.
Walaupun terasa ironis memang, ada sisi positif dengan adanya perubahan perilaku kehidupan ini. Setelah terjadi wabah ini banyak beredar informasi, diantaranya dari NASA, yang menyebutkan bahwa polusi dunia menurun drastis, langit menjadi biru kembali udara menjadi lebih sehat.
Kota-kota besar didunia, termasuk Jakarta jadi bisa menikmati langit biru kembali dan berkurang kemacetan lalu lintasnya. Suatu kondisi yang sangat kita harapkan di tengah kekhawatiran selama ini terhadap polusi pemanasan global yang sudah tidak terkendali.
Kebiasaan-kebiasaan baru yang diterapkan selama menghadapi virus ini seperti kebijakan lock down dan work from home mempunyai andil terhadap berkurangnya aktivitas manusia keluar dan bepergian, sehingga mengurangi lalu lintas kendaraan yang berakibat berkurangnya kemacetan kota dan polusi udara.
Lalu apakah kita bisa mengambil hikmah yang ada untuk kehidupan kita ke depannya?, karena serangan virus Corona seperti ini bukan tidak mungkin bisa terjadi lagi. Kita harus selalu siap.
Beberapa aktivitas yang bisa mengambil hikmah dengan adanya wabah virus Covid-19 yang kemungkinan bisa mempengaruhi pengelolaan dan tata kota serta wilayah ke depan di antaranya adalah:
Lokasi dan cara kita bekerja. Imbauan, bahkan di beberapa negara sudah merupakan keharusan, untuk bekerja dari rumah (populernya sekarang dengan istilah Work From Home/WFH) sangat mempengaruhi jumlah orang yang berlalu lalang di jalanan kota.
Kondisi ini mengurangi kemacetan jalanan dan polusi udara. Apabila pelaksanaan work from home ini ternyata sukses dan tidak mempengaruhi berjalannya perusahaan, mungkin untuk beberapa jenis usaha, maka bisa jadi akan menjadi trend baru.
Aktivitas bekerja seperti programmer computer, front line pemasaran, para creative art untuk media, pialang saham, akuntan, arsitek, para engineer dan beberapa pekerjaan lain yang sebenarnya tidak perlu setiap hari ngantor bisa saja diteruskan work from home. Bisa juga bergantian, misal dalam seminggu dijatah masuk kantor 2 hari saja, atau pengaturan lain.
Untuk menjaga produkstivitas work from home, maka bisa saja sistim penggajian jadi tidak berdasar kehadiran tetapi berdasar tercapainya target-target. Dengan terus diterapkannya work from home bagi beberapa jenis pekerjaan tersebut akan mengurangi orang bertransportasi dalam kota, sehingga mengurangi kepadatan dan kemacetan jalan, yang selanjutnya juga mengurangi polusi udara kota sehingga kualitas hidup kita meningkat. Kendaraan umum diharapkan menjadi tidak terlalu sesak penumpang, sehingga lebih nyaman dan sehat.
Lahan untuk pembangunan ruangan kantor dalam gedung-gedung bertingkat di kota besar dan kota-kota pendukung sekitarnya bisa lebih direm, karena kebutuhan ruang kantor bisa berkurang. Meeting sekarang sudah tidak perlu hadir di ruang yang sama, cukup memakai aplikasi teleconference, tidak perlu yang canggih-canggih dan berbayar, seperti contohnya aplikasi Zoom yang sekarang lagi boomimg dipakai untuk rapat-rapat teleconference.
Dengan berkurangnya kemacetan maka pembangunan infrastruktur jalan baru bisa dikurangi, anggarannya bisa untuk meningkatkan infrastruktur yang lain misal revitalisasi kampung kumuh dan tentunya jaringan internet cepat serta merata yang mendukung aktivitas manusia modern sekarang.
Cara Belanja. Sebelum adanya himbauan physical distancing, work from home dan stay at home kecenderungan belanja melalui online sudah merebak. Sekarang dengan mewabahnya virus Covid-19 ini maka kebiasaan belanja online menjadi meningkat. Dengan berkembangnya aplikasi jasa pesan antar semacam Gojek dan Grab, terjadi symbiose mutualisme antara pembeli, penjual dan jasa antar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/teguh-riyanto.jpg)