Opini
Pengaruh Sosial Media terhadap Perilaku Masyarakat
Belakangan ini saya amati maupun melihat dengan tidak sengaja, muncul di beranda akun sosial media, baik TikTok, Instagram, Facebook, dan Youtube.
*) Dr. Drs. Moh. Jauhar Efendi, M.Si., CH.Ps., Widyaiswara Ahli Utama BPSDM Kaltim.
TRIBUNKALTIM.CO - Belakangan ini saya mengamati maupun melihat dengan tidak sengaja, karena muncul di beranda akun sosial media (sosmed), baik TikTok, Instagram, Facebook, dan YouTube.
Perilaku yang saya anggap tidak lazim atau aneh. Dulu perilaku seperti itu hampir pasti bisa dikatakan tidak pernah terjadi sebelum era digital, atau sebelum adanya sosmed.
Pengertian Perilaku Tidak Lazim
Berdasarkan penelusuran penulis dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), perilaku didefinisikan sebagai tanggapan atau reaksi individu terhadap rangsangan atau lingkungan.
Sementara itu, kata lazim berarti biasa, umum, atau sudah sewajarnya. Sedangkan tidak lazim berarti tidak biasa, tidak umum, dan tidak sewajarnya. Oleh karena itu, perilaku tidak lazim dapat diartikan sebagai tanggapan atau reaksi individu yang bertentangan dengan kebiasaan umum, tidak wajar, atau berbeda dari norma yang berlaku di masyarakat.
Tentu saja masih banyak batasan yang disampaikan oleh para ahli. Jika ada perbedaan pendapat, karena dilihat dari berbagai latar belakang dan sudut pandang yang berbeda.
Baca juga: Manfaat Sosial Media Sebagai Ruang Edukatif
Perilaku tidak lazim adalah perilaku atau tindakan yang tidak sesuai dengan norma-norma sosial, budaya atau aturan yang berlaku umum dalam suatu masyarakat.
Tindakan tersebut bisa berupa perilaku yang dianggap aneh, tidak biasa atau bahkan melanggar aturan. Contoh perilaku tidak lazim bisa berupa tindakan tidak sopan, tidak etis, atau bahkan ilegal.
Sementara itu, yang dimaksud dengan perilaku aneh atau tindakan atau perilaku yang tidak biasa, tidak umum, atau tidak sesuai dengan norma-norma sosial.
Bisa juga berupa perilaku yang dianggap janggal, tidak masuk akal, atau tidak terduga.
Perilaku aneh bisa disebabkan beberapa faktor, seperti kepribadian, mental, atau situasi tertentu.
Contoh perilaku aneh bisa berupa berbicara sendiri, melakukan gerakan-gerakan tidak biasa, atau memiliki kebiasaan unik.
Dua batasan tersebut sebenarnya hampir mirip antara perilaku aneh dengan perilaku tidak lazim.
Bisa dikatakan, orang yang berperilaku aneh adalah orang yang berperilaku tidak lazim.
Atau sebaliknya, orang yang berperilaku tidak lazim adalah orang yang berperilaku aneh.
Fenomena di Lapangan dan di Dunia Maya
| In Memoriam Sukri, Ketua JMSI Kaltim: Selamat Tinggal Sahabatku! |
|
|---|
| Menjaga Denyut Ekonomi Perbatasan: Refleksi Peredaraan Rupiah di Kalimantan Utara |
|
|---|
| Pengabdian Panjang di Titik Terakhir: Mundur dari Sekretaris YJI Kaltim setelah 24 Tahun Menjabat |
|
|---|
| Rupiah Bukan Sekadar Uang, Ini Makna Kedaulatan di Setiap Transaksi |
|
|---|
| Di Balik Pengangkatan Sekda Neneng Chamelia: Penerapan Manajemen Talenta untuk Promosi Jabatan |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/Jauhar-Effendi-terbaru-y.jpg)