Berakhir 5 Bulan Sebelum PON Papua, Pengurus Cabor Minta Kepengurusan KONI Kaltim Harus Diperpanjang
Kepemimpinan Zuhdi Yahya pada kepengurusan KONI Kaltim periode 2017-2021 akan habis pada Mei tahun depan.
Penulis: Christoper Desmawangga | Editor: Samir Paturusi
Selain itu, menurutnya PON Papua tidak sama seperti PON lainnya. PON kali ini, memerlukan persiapan ekstra, baik dari sisi anggaran, mental dan fisik.
“Yang dikhawatirkan, jika membentuk kepengurusan baru maka personel yang ada bisa berubah dan ini tentu mengubah program yang sudah berjalan," tegasnya.
Sementara itu, Ketua Pengprov Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Kaltim, Ismail menjelaskan, idealnya kepengurusan diperpanjang hingga satu tahun. Jika diperpanjang hanya enam bulan atau hingga November 2021, maka waktunya juga tidak akan cukup, karena setelah pelaksanaan PON akan ada banyak laporan pertanggung jawaban yang harus diselesaikan.
“Kalau satu tahun, ada cukup waktu untuk menyiapkan laporan pertanggung jawaban, khususnya dari pengurus cabor," imbuhnya.
Baca Juga
Virus Corona Ancam Kesehatan Mental Atlet PON, Simak Penjelasan Psikolog KONI Kaltim
Tambah Daya Tahan Tubuh Atlet di Tengah Mewabahnya Virus Corona, KONI Kaltim Berikan Suplemen
Akibat Wabah Virus Corona Aktivitas di KONI Kaltim Dibatasi, Staf Tidak Diwajibkan Hadir
Senada dengan yang lainnya, Ketua Pengprov Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Kaltim, Akhmad Albert juga setuju jika masa kepengurusan KONI Kaltim saat ini diperpanjang.
Dengan diperpanjangnya masa bakti kepengurusan, membuat program yang sudah berjalan saat ini tetap berada di jalur yang tepat.
“Tantangan kita di PON kali ini cukup berat. PON kali ini berbeda, persiapannya harus lebih maksimal, baik dari sisi anggaran, mental, fisik. Makanya persiapan yang sudah bagus ini, seharusnya bisa terus dijaga hingga pelaksanaan demi tercapainya target," tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/sekretariat-koni-kaltim-di-jalan-kesuma-bangsa-samarinda-rabu.jpg)