Berakhir 5 Bulan Sebelum PON Papua, Pengurus Cabor Minta Kepengurusan KONI Kaltim Harus Diperpanjang

Kepemimpinan Zuhdi Yahya pada kepengurusan KONI Kaltim periode 2017-2021 akan habis pada Mei tahun depan.

TRIBUNKALTIM.CO/CHRISTOPER D
Sekretariat KONI Kaltim di Jalan Kesuma Bangsa, Samarinda, 

TRIBUNKALTIM.CO,SAMARINDA - Kepemimpinan Zuhdi Yahya pada kepengurusan KONI Kaltim periode 2017-2021 akan habis pada Mei tahun depan.

Habisnya masa kepengurusan tersebut terjadi lima bulan sebelum pelaksanaan PON Papua pada Oktober 2021.

Terkait dengan kondisi tersebut, banyak pihak yang menganggap masa kepengurusan KONI Kaltim saat ini harus diperpanjang guna mengawal proses menuju hingga pelaksanaan PON berakhir.

Seperti yang diungkapkan Ketua Pengprov Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Kaltim, Said Amin. Menurutnya, kepengurusan KONI Kaltim saat ini harusnya diperpanjang karena banyak hal yang harus dipersiapkan.

“Seharusnya diperpanjang, kalau pemilihan ketua baru jelas tidak akan siap untuk menuju PON dengan waktu hanya lima bulan,” ucapnya, Senin (4/5/2020).

Menurutnya, banyak hal yang harus disiapkan menuju PON, bukan hanya dari sisi teknis saja, melainkan juga sisi non teknis, seperti akomodasi, konsumsi dan transportasi.

Baca Juga

PON Papua 2020 Diundur, KONI Kaltim Akan Sesuaikan Program Atlet

Anggaran KONI Kalimantan Timur Dipangkas Rp 75 Miliar, Ini Peruntukannya

KONI Balikpapan Peduli Cegah Corona, Turun Tangan Semprot Disinfektan di Berbagai Tempat

“Ini pekerjaan besar. Saat ini kami sudah membentuk sejumlah tim, kalau personel yang ada diganti dengan orang baru, itu jelas akan mengganggu persiapan,” jelasnya.

Sama halnya dengan Said Amin, Ketua Seksi Wartawan Olahraga-Persatuan Wartawan Indonesia (SIWO-PWI) Kaltim, Rusdiansyah Aras menjelaskan, sejumlah faktor yang menjadi dasar mengapa kepengurusan KONI Kaltim saat ini harus diperpanjang.

Menurutnya, jika kepengurusan habis dan dilakukan pemilihan ketua baru, dikhawatirkan sisa waktu yang ada tidak akan cukup untuk melakukan persiapan menuju PON.

Pasalnya, lazimnya kepengurusan baru harus melakukan konsolidasi internal terlebih dahulu setelah terpilih dan memakan waktu yang tidak sebentar.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Berita Populer
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved