Kamis, 30 April 2026

Warga Desa Terujung di Kukar Telah Terima BLT, Wilayah Ini Bersih dari Virus Corona

Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur mulai melakukan penyaluran BLT kepada warga yang terdampak

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Proses penyerahan BLT di Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, Kabupaten Kutai Kartanegara. 

TRIBUNKALTIM.CO,TENGGARONG -Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur mulai melakukan penyaluran Bantuan Tunai Langsung (BLT) kepada masyarakat yang terdampak wabah Virus Corona atau covid-19.

Penyaluran diserahkan secara bertahap ke desa-desa yang dilakukan oleh perangkat desa.

Bahkan, beberapa kali kesempatan Bupati Kukar, Edi Damansyah hadir pada penyaluran BLT tersebut.

Desa Menamang Kiri, Kecamatan Muara Kaman, salah satu desa yang telah melaksanakan penyaluran BLT. Penyerahan dilakukan pada 30 April 2020 lalu di Balai Desa Menamang Kiri.

Proses penyerahakan BLT ke warga berlangsung dengan lancar dan cepat.

Desa Terujung di Kabupaten Kukar yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Kutai Timur (Kutim) itu, menyerahkan BLT ke 191 penerima, dengan ketentuan setiap penerima mendapatkan Rp 600 Ribu per bulan selama tiga bulan.

Baca Juga

PSBB di Kota Tarakan, Kantor Pos Tetap Siap Bantu Salurkan BLT, Dibantu Polisi dan TNI

Meski Tak Memiliki KTP Berau Tetap Dapat BLT, Bupati Muharram Sebut Asal Memenuhi Syarat

Lebih 8.000 KK Miskin di Paser Akan Menerima BLT Rp 600.000 per Bulan, Tunggu Data dari Kemensos

"Alhamdulillah penyerahan BLT di desa kami berjalan lancar dan cepat. Data penerima juga kita sesuaikan dengan arahan dari Pemerintah, dan hasil rapat kami di desa," ucap Kepada Desa Menamang Kiri, Ibrahim kepada Tribunkaltim.co, Jumat (8/5/2020).

Guna bantuan tersebut dapat sesuai peruntukannya, pihaknya juga menyampaikan kepada penerima untuk senantiasa patuh terhadap anjuran Pemerintah mengenai physical distancing.

"Agar tepat sasaran, kita minta agar warga yang tidak berkepentingan atau dalam keadaan darurat, untuk di rumah saja sampai kondisi kembali normal," tuturnya.

Ia menjelaskan, sebagai Desa Terujung, tidak banyak warganya yang sehari-hari keluar desa, mengingat jarak antara desa dengan kota terdekat yakni Tenggarong, berjarak 3-4 jam perjalanan.

Hal itu juga lah yang menyebabkan hingga saat ini di desa Menamang Kiri tidak terdapat warga yang masuk kategor Orang Dalam Pemantauan (ODP), Pasien Dalam Pengawasan (PDP), ataupun terkonfirmasi positif Virus Corona.

"Sampai saat ini di desa kami masih bersih. Sebelum wabah Virus Corona terjadi, aktivitas warga memang banyak dilakukan di sekitar desa saja, karena kalau mau ke kota juga jauh sekali jaraknya, kalau tidak perlu perlu sekali ke kota ya tetap di desa saja," urai Ibrahim.

Walaupun tergolong aman dari Virus Corona, namun pihaknya tetap melakukan sejumlah upaya pencegahan penyebaran virus corona, seperti melakukan penyemprotan disinfektan, melakukan sosialisasi keliling desa,

hingga meminta warga yang sedang bekerja maupun menempuh pendidikan di wilayah terkonfirmasi positif untuk tidak mudik terlebih dahulu.

"Upaya pencegahan penyebaran Virus Vorona tetap kita lakukan. Sedangkan bagi warga yang hendak mudik kembali ke desa, kami minta untuk ditahan dulu, jangan dulu mudik," pungkasnya. (*)

Baca Juga

Hasil Penelitian Ini Beda Jauh dengan Prediksi Jokowi Soal Kapan Virus Corona Berakhir di Indonesia

131 Kasus Terkonfirmasi Corona di Kaltara Didominasi OTG, Jubir Gugus Tugas: Ini Warning

Mendadak WHO Minta Negara di Dunia Investigasi Awal Mula Munculnya Virus Corona, Termasuk Indonesia

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved