Sabtu, 9 Mei 2026

Berita Kukar Terkini

Peringatan Hari Bakti PU, Bupati Sampaikan Amanat Menteri PU RI

Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Kutai Kartanegara ditandai dengan Upacara Bendera

Tayang:
HO/PROKOM
HARI BAKTI - Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Kutai Kartanegara ditandai dengan Upacara Bendera dengan tema “Infrastruktur Berkeadilan Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’’, Rabu (3/12/25) di halaman Dinas PU Kukar. (HO/PROKOM) 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Peringatan Hari Bakti Pekerjaan Umum (PU) ke-80 di Kutai Kartanegara ditandai dengan Upacara Bendera dengan tema “Infrastruktur Berkeadilan Rakyat Sejahtera Indonesia Maju’’, Rabu (3/12/25) di halaman Dinas PU Kukar.

Bertindak sebagai Inspektur Upacara Bupati dr Aulia Rahman Basri, dihadiri Sekda Kukar Sunggono, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, Kepala Perangkat Daerah, Pimpinan beserta staf Dinas PU, serta undangan lainnya.

Pada kesempatan itu juga diserahkan Sertifikat Ketenagakerjaan untuk beberapa Perusahaan yang aktif dan patuh terhadap BPJS Ketenagakerjaan.

Menyampaikan amanat Menteri PU RI Dodi Hanggodo, Bupati Kukar mengatakan acara ini bukan hanya untuk sebuah seremoni tahunan, tetapi untuk kembali menyentuh akar jati diri Kementerian Pekerjaan Umum. Delapan puluh tahun lalu, 3 Desember 1945, sebuah peristiwa heroik terjadi.

Tujuh Pegawai PU-Sapta Taruna gugur mempertahankan gedung ini, yang dahulu Departement Van Verkeer En Waterstaat, dan sekarang dikenal sebagai Gedung Sate, Bandung.

Baca juga: Kunjungan Kerja Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman di Desa Jembayan Tengah

Mereka gugur sebagai syuhada bangsa, mempertahankan gedung ini hingga tetes darah terakhir. Perlawanan dan pengorbanan itu mewarisi nilai pengabdian yang tidak mengenal pamrih, nilai yang hingga kini menjadi fondasi lahirnya Hari Bakti PU.

Spirit dan nilai-nilai itulah yang dirangkum sebagai Sapta Bakti Insan PU, 7 pesan yang menjadi fondasi etos kerja dalam menjalankan pembangunan infrastruktur ke depan yaitu Pertama, value dasar Kementerian PU saat ini perlu diperkuat menjadi, bekerja lebih keras, bergerak lebih cepat.

Namun semua itu harus dilakukan dengan cara yang semakin cerdas.

Kedua, jaga integritas sebagai marwah insan PU. Tanpa integritas, sebesar apa pun infrastruktur yang kita bangun, akan kehilangan makna.

Ketiga, pahami bahwa setiap tugas yang dijalankan berdampak langsung pada kehidupan Masyarakat. Maka, bekerja dengan empati dan orientasi pelayanan, Adalah hal yang harus kita pegang.

Keempat, membangun infrastruktur yang berkeadilan dan merata. Ini Adalah esensi PU untuk rakyat. Pembangunan tidak boleh berhenti di kota-kota besar. Keadilan terwujud hingga ke desa-desa terpencil, masyarakat pesisir, dan wilayah perbatasan.

Baca juga: Kukar Perkuat Koperasi Merah Putih Lewat Pelatihan Manajemen dan Tata Kelola di 2025

Kelima, utamakan keselamatan, kualitas, dan akuntabilitas dalam setiap pekerjaan. Setiap infrastruktur harus dilaksanakan tepat mutu dan tepat waktu, serta setiap anggaran harus dikelola dengan penuh tanggung jawab.

Keenam, lakukan inovasi dan percepatan menuju sasaran PU608. Tantangan ke depan semakin kompleks sehingga memerlukan breakthrough, metode baru, teknologi baru, desain baru, dan berani mengambil langkah progresif memastikan Pembangunan lebih efisien dan berdampak.

Ketujuh, peliharalah semangat pengabdian. Karena pengabdian adalah jiwa Hari Bakti PU.

Spirit Sapta Bakti itu kini kita lanjutkan untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Strategi PU608, memerlukan komitmen yang lahir dari keberanian untuk menetapkan standar yang lebih tinggi, yakni: (a) efisiensi investasi (ICOR < 6>

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved