Senin, 4 Mei 2026

SEMUT, Wadah Bagi Komunitas Bahasa Isyarat di Kota Balikpapan

masyarakat lain yang ingin mengasah kemampuannya dalam berbahasa isyarat, tetap dapat melakukannya dengan bergabung bersama komunitas SEMUT

Tayang:
Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO/HO
Komunitas Semangat Muda Tuli (SEMUT) Balikpapan, Kalimantan Timur. 

Bahasa isyarat itu agak sedikit terbalik, misalnya untuk kalimat makan pisang, kita mengisyaratkan kata pisang dulu, baru diikuti dengan kata makan.

Sehingga memahami budaya tiap daerah dapat memudahkan kita untuk menginterpretasi bahasa isyarat seperti apa yang digunakan di situ," terangnya.

Masih tentang perbedaan penggunaan bahasa isyarat untuk setiap daerah, ia menjelaskan bahwa isyarat untuk hari Senin di beberapa tempat, cukup dengan isyarat hormat. Sedangkan di Samarinda, hari Senin adalah isyarat bendera itu sendiri.

"Contoh lain, di Balikpapan isyarat untuk berhati-hati diawali dengan finger spelling huruf H, lalu tangan kiri membentuk huruf V dan diakhiri dengan tangan kanan membentuk horizontal. Sedangkan di Jakarta, kalimat hati-hati cukup dengan menunjuk ke arah hati kita," katanya.

Hal lain yang juga perlu diperhatikan dalam bahasa isyarat adalah penggunaan lip reading.

"Terkadang ada beberapa isyarat yang sama namun memiliki arti yang berbeda. Untuk mengakalinya, kita bisa menggunakan finger spelling dan lip reading.

Kalau ada yang bertanya mengapa JBI tidak menggunakan masker saat menerjemahkan rilis terkait Covid-19, itu karena adanya keperluan lip reading," ujarnya.

Terkait masalah karir bagi JBI, Riani Rahayu, salah satu anggota komunitas tersebut turut membagikan pengalamannya.

"Pernah ada kesempatan beberapa kali ikut mendampingi pelaku kasus pembunuhan dan kasus pencurian di pengadilan, dikarenakan kebetulan pelaku membutuhkan seorang penerjemah.

Selain itu, saya juga pernah ditunjuk Dinas Pendidikan Olahraga dan Pariwisata Balikpapan (Disporapar) untuk mendampingi ke Jakarta salah satu teman tuli yang lulus sebagai Pemuda Pelopor tingkat nasional," terangnya.

Baca Juga

Surat Berbahasa China Akhiri Penantian Keluarga Sepri, Bali Test Sampel Secara Cepat

Kumpulan Ucapan Hari Ibu Sedunia 10 Mei 2020 Bahasa Indonesia dan Inggris, Gambar, Sejarah dan Makna

Fajar Assifiyanto Familiar Setelah jadi JBI Balikpapan, Bahasa Isyarat Bentuk Kesetaraan Teman Tuli

Kendati cukup menjanjikan, ia mengakui bahwa minat masyarakat, khususnya anak muda, terhadap keahlian bahasa isyarat masih tergolong rendah.

"Agak disayangkan memang, karena sebagian besar masyarakat masih menganggap bahasa isyarat itu hanya kebutuhan kaum difabel saja.

Padahal sebenarnya, itu adalah ilmu yang bisa dipelajari oleh siapapun tanpa terkecuali dan kalau dikembangan, pasti akan menghasilkan sesuatu," katanya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved