Lebaran Nanti, Semua Objek Wisata di Kabupaten Paser Tidak Ada yang Buka

Pandemi Covid-19 benar-benar menyebalkan. Selain menjadi kendala pelaksanaan tradisi Lebaran seperti halal bihalal dari rumah ke rumah

TRIBUNKALTIM.CO, SARASSANI
HM Yusuf Sumako, Kepala Disporapar Paser 

TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Pandemi Covid-19 benar-benar menyebalkan. Selain menjadi kendala pelaksanaan tradisi Lebaran seperti halal bihalal dari rumah ke rumah, libur Lebaran hari kedua dan hari berikutnya juga tak bisa dinikmati dengan liburan ke objek wisata.

Karena semua objek wisata di Kabupaten Paser menurut Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Paser HM Yusuf Sumako, Kamis (21/5/2020), ditutup sementara. “Objek wisata, baik yang dikelola pemerintah maupun perorangan untuk sementara tutup,” kata Yusuf Sumako.

Dalam rapat Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Paser belum lama ini, lanjut Yusuf Sumako, Disporapar mengabulkan permohonan masyarakat untuk membuka objek wisatanya, namun dari sisi regulasi keamanan dan ketertiban tidak mengizinkan.

Yusuf Sumako membenarkan tradisi masyarakat Kabupaten Paser bahwa objek wisata banyak dikunjungi wisatawan lokal di Lebaran hari kedua dan hari ketiga. Namun di masa pandemi Covid-19, objek wisata ditutup sementara untuk mencegah meluasnya penularan virus corona.

Baca juga; Ramalan Zodiak Cinta Jumat 22 Mei 2020, Cinta Virgo Sedang Dicoba, Pasangan Aries Butuh Perhatian

Baca juga;Detik-detik Tangis Istri Mensos Juliari Batubara Pecah di Rumah Pemulung saat Salurkan Bansos

Baca juga; Pelaksanaan Rapid Test dan Swab Test Massl di Kelurahan Loa Janan Ilir, Diikuti 79 Orang

“Surat Edaran (SE) Bupati Paser 360/2020 tentang Status Tanggap Darurat Covid-19 sudah habis dan belum diperpanjang, jadi hal-hal yang mengatur rumah makan/restoran termasuk objek wisata tentunya sudah boleh buka, namun maklumat Kapolri yang tidak membolehkan,” ucapnya.

Untuk objek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah, kata Yusuf Sumako, tidak ada masalah karena bisa menyesuaikan dengan maklumat Kapolri. Namun objek wisata yang dikelola perorangan, tentunya perlu dibekali regulasi guna menegaskan hal itu kepada pengelola.

“Kita sudah membuatkan plang tutup sementara untuk semua objek wisata. Untuk objek wisata yang dikelola pemerintah daerah, tidak masalah karena kita akan tutup, tapi objek wisata yang dikelola perorangan kita juga berharap untuk sementara menutup objek wisatanya,” tambahnya.

Penulis: Sarassani
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved