2 Positif Corona di Samarinda

Satu Tambahan Kasus Covid-19 di Samarinda, Terungkap Pasien Lakukan Perjalanan dari Balikpapan

Andi M Ishak mengungkapkan, pelaku perjalanan dari kota berjuluk Kota Balikpapan tersebut seorang laki-laki berumur 36 tahun

TRIBUNKALTIM.CO/PURNOMO SUSANTO
Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Kalimantan Timur, Andi M Ishak mengungkapkan, penambahan dua kasus terkonfirmasi positif covid-19 berasal dari OTG dan ODP, Kamis (21/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Transmisi lokal covid-19 atau virus Corona di Balikpapan, diduga menyumbang pasien positif di Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

Sesuai data, tercatat satu kasus terkonfirmasi positif virus yang menyerang 200 lebih negara di dunia ini, merupakan pelaku perjalanan dari Kota Balikpapan.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 Provinsi Kaltim, Andi M Ishak mengungkapkan, pelaku perjalanan dari kota berjuluk Kota Minyak tersebut seorang laki-laki berumur 36 tahun.

"Pasien diberikan kode SMD38. Pasien merupakan orang dalam pemantauan (ODP) yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Samarinda," ujarnya saat menggelar konferensi pers online dengan awak media di Kaltim secara virtual melalui aplikasi zoom, pada Kamis (21/5/2020) malam.

"Pasien merupakan pelaku perjalanan dari Balikpapan sebelum akhirnya ditetapkan sebagai pasien terkonfirmasi positif covid-19, hari ini," lanjutnya menjelaskan.

Akhir Bulan Ini Labkes Kaltim Lakukan Uji Swab covid-19 Secara Mandiri

BREAKING NEWS Dua Orang Positif covid-19 di Kota Samarinda dari Kelompok OTG dan ODP

Untuk proses perawatan dan isolasi sendiri, dikatakan Andi, pasien tersebut mulai dirawat dan diisolasi sejak Senin (11/5/2020), di Rumah Sakit Karantina (RSK) Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes) Kaltim, di Samarinda.

Diberitakan sebelumnya, Penambahan kasus covid-19 atau virus Corona di Kaltim kembali terjadi.

Kali ini, penambahan dua kasus kesemuanya terjadi di Kota Samarinda.

Lagi-lagi, penambahan kasus virus mematikan asal Wuhan, Cina ini berasal dari kelompok orang tanpa gejala (OTG) dan orang dalam pemantauan (ODP).

Tentu saja, penambahan ini cukup memberi kekhawatiran bagi tenaga kesehatan (Nakes) di Provinsi Kaltim. Pasalnya, penambahan dari dua kelompok ini lah yang ditakutkan.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Adhinata Kusuma
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved