Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri Tidak Ada Pelonggaran PSBB di Kota Tarakan, Sudah Penindakan Bukan Lagi Imbauan

Selama liburan atau hari raya lebaran Idul Fitri di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Timur tetap dilakukan pengetatan sosial.

TRIBUNKALTIM.CO/CAHYO ADI WIDANANTO
ILUSTRASI Tim medis melaksanakan persiapan rapid test di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Jumat (22/9/2020). Selama liburan atau hari raya lebaran Idul Fitri di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara tetap dilakukan pengetatan sosial, tidak ada pelonggaran Pembatasan Sosial Bersekala Besar 

TRIBUNKALTIM.CO,TARAKAN - Selama liburan atau hari raya lebaran Idul Fitri di Kota Tarakan Provinsi Kalimantan Utara tetap dilakukan pengetatan sosial, tidak ada pelonggaran Pembatasan Sosial Bersekala Besar atau yang istilahnya disebut PSBB

Beberapa lokasi tempat wisata yang ada di Kota Tarakan tidak diperbolehkan sediakan tempat wisata pengunjung libur hari raya Idul Fitri, mengingat masih pandemi covid-19 atau virus Corona

Itu ditegaskan langsung oleh Walikota Tarakan Khariul saat ditemui TribunKaltim.co di Kota Tarakan Kalimantan Utara.  

Sebaliknya, menjelang hari raya Idul Fitri, Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB ) di Kota Tarakan, Kalimantan Utara semakin diperketat.

Baca Juga: BREAKING NEWS Walikota Balikpapan Rizal Effendi Batalkan Izin Shalat Idul Fitri Berjamaah di Masjid

Baca Juga: Inilah 3 Keputusan APPBI Soal Operasional Pusat Perbelanjaan Selama Lebaran Idul Fitri di Balikpapan

Bahkan Walikota Tarakan, dr Khairul meminta kepada instansi terkait untuk melakukan penindakan secara tegas.

Mengingat di tahap yang kedua PSBB ini penegasan penindakan bukan lagi berupa imbauan.

"Saya ingatkan kepada dinas terkait ini seperti Dinas Pariwisata, Dinas Perindakop, Satpol PP termasuk Dinas Perizinan dan bagian hukumya, kita minta mereka melakukan penindakan secara tegas ya," ujarnya pada Jumat (22/5/2020).

"Jadi sekarang bukan lagi himbauan secara mulut, dikasih surat peringatan, peringatan 1, hari berikut kalau masih melanggar, kasih peringatan 2, kalau hari ketiga masih lagi, segel sudah, ndak usah ditanya-tanya lagi. Kalau misalnya counter HP (handphone), angkat HPnya," tuturnya dr. Khairul.

Halaman
12
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved