Selasa, 12 Mei 2026

Perampokan di Samarinda

IRT Dirampok dan Ditikam, Uang Rp 100 Juta dan Perhiasan Amblas, Polisi Sinyalir Adanya Kejanggalan

Seorang ibu rumah tangga (IRT), Yr diduga menjadi korban perampokan pada malam pertama Idulfitri, Minggu (24/5/2020) lalu sekira pukul 21.00 Wita di k

Tayang:
TRIBUNKALTIM.CO/BUDI DWI PRASETIYO
Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol I Ketut Gede Suardana mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan karena petugas mensinyalir adanya kejanggalan terkait kasus dugaan perampokan tersebut, Rabu (27/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA- Seorang ibu rumah tangga (IRT), Yr diduga menjadi korban perampokan pada malam pertama Idulfitri, Minggu (24/5/2020) lalu sekira pukul 21.00 Wita di kediamannya Jalan KH Mas Mansyur Gang Kaganangan, Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda.

Kejadian itu bermula saat korban menarik uang di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di samping salah satu minimarket di daerah Loa Bakung dan kemudian menyimpan sejumlah uang yang diambil di dalam tas.

Setelah itu, korban langsung pulang dan menyimpan sejumlah uang tadi serta uang lainnya dengan total keseluruhan Rp 100 juta.

Kemudian sekira pukul 21.00 Wita, saat korban membuang sampah dan saat itu pintu rumah tidak terkunci karena anak korban yang berusia 11 tahun sedang berada di rumah.

Update Napi Bebas Bersyarat Lakukan Pencurian, Pihak Lapas Ajukan Pencabutan Pembebasan Bersyarat

Saat kembali, korban terkejut karena uang tersebut yang berada di bangku ruang tamu sudah tidak ada di tempatnya.

Setelah itu, korban terkejut saat mendapati ada seorang pria menggunakan masker dan langsung menikam korban dengan pisau dapur, sebanyak satu kali ke bagian perut kanan korban dan lalu pelaku langsung kabur.

Pelaku berhasil membawa tas berisikan uang tunai Rp 100 juta serta perhiasan emas senilai Rp 23 juta.

Selanjutnya, korban langsung dibawa ke rumah sakit terdekat oleh warga sekitar.

Marak Perampokan di Minimarket, Anak Buah Idham Azis Minta Lakukan Ini, Polisi Ancam Tembak Pelaku

Saat dikonfirmasi terkait dengan hal tersebut, Kapolsek Sungai Kunjang, Kompol IKG Suardana mengatakan hingga saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan.

"Kami masih lidik dan akan kami kroscek kebenarannya," ucapnya Rabu (27/5/2020) hari ini.

Pasalnya, petugas mensinyalir adanya kejanggalan terkait kasus, namun kepolisian belum bisa membeberkan bukti-bukti kejanggalan.

"Nanti, kalau sudah terbukti kami akan beberkan," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved