Breaking News
Jumat, 10 April 2026

Virus Corona

Bila Keberhasilan Malang Raya Dipuji, Begini Kata Khofifah Soal PSBB di Episentrum Surabaya Raya

Khofifah menilai PSBB di Malang Raya jauh lebih efektif dibandingkan dengan Surabaya Raya yang saat ini tengah menjadi episentrum di Jawa Timur.

Editor: Doan Pardede
surya.co.id/fatimatuz zahro
Gubernur Khofifah saat di Mapolrestabes Surabaya, Minggu (3/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan keberhasilan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi penyebaran virus Corona atau covid-19 di wilayah Malang Raya.

Dilansir TribunWow.com, Khofifah menilai PSBB di Malang Raya jauh lebih efektif dibandingkan dengan Surabaya Raya yang saat ini tengah menjadi episentrum di Jawa Timur.

Seperti yang diketahui, kedua wilayah tersebut yang saat ini menerapkan PSBB di Jawa Timur.

Meski Malang Raya baru memasuki PSBB tahap pertama, namun menurut Khofifah hasilnya sudah cukup terlihat.

• Bukan Juli, Ikatan Guru Indonesia Sarankan Sekolah Buka Lagi di Bulan Ini, Lebih Aman dari covid-19?

• Bukan Wilayah Anies Baswedan, Kota Ini Jadi Wuhan Indonesia, Jokowi Turun Tangan Atasi virus Corona

• Ketahuan, Ganjar Pranowo Rupanya Pakai Alat Canggih Pantau Gerak Warga di Lebaran, Hasil Mengejutkan

• Inilah 4 Capres Potensial di Pilpres 2024 Versi Yunarto Wijaya dan Analisa, Prabowo dan Ahok Absen?

Yakni penambahan kasus Corona harian cukup terkendali dengan baik.

"Kasus ini sebetulnya episentrumnya di Surabaya," ujar Khofifah.

"Sama-sama PSBB, Malang Raya ini PSBB tahap pertama, hari ini adalah hari ke 12," jelasnya.

Berdasarkan hasil rakor evaluasi pelaksanaan PSBB di Malang Raya, Khofifah mengaku menemukan perbedaan yang sangat mendasar dengan PSBB di Surabaya Raya.

Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020).
Kemacetan lalu lintas terjadi di Bundaran Waru atau tepatnya di perbatasan Surabaya dan Sidoarjo, Jawa Timur, saat hari pertama Pembatasan Sosial Berskala Besar di Kota Pahlawan, Selasa (28/4/2020). (Dok. Dishub Surabaya)

Perbedaannya bukan berasal dari sistemnya atau aturannya melainkan dari segi masyarakatnya sendiri.

"Tetapi kemarin kami rakor, apa yang kemudian kita lihat dari pedoman WHO transisi pasca restriction," kata Khofifah.

"Restriksi kita kan adalah PSBB, itu ada enam yang harus dipastikan."

Sumber: TribunWow.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved