Virus Corona

Wilayah Khofifah Miliki Banyak Kasus Covid-19 Baru, Doni Monardo Sebut Potensi Klaster Sangat Tinggi

Provinsi Jawa Timur menjadi satu dari beberapa daerah dengan penambahan kasus positif Virus Corona yang masih tinggi.

DOKUMENTASI BNPB
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo yang juga Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) 

TRIBUNKALTIM.CO - Wilayah pemerintahan Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat ini memiliki banyak kasus covid-19 baru.

Bahkan Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) pun menginstruksikan Menteri dan jajaran gugus tugas untuk memberi perhatian penuh pada penanggulangan covid-19 di Jawa Timur.

Provinsi Jawa Timur menjadi satu dari beberapa daerah dengan penambahan kasus positif Virus Corona yang masih tinggi.

Hal ini disinyalir karena adanya penularan dari sejumlah klaster besar yang ada di wilayah tersebut.

 Bukan Wilayah Anies Baswedan, Kota Ini Jadi Wuhan Indonesia, Jokowi Turun Tangan Atasi Virus Corona

 Ayah Olga Menangis, Rumah Peninggalan Mau Dijual Anaknya, Nagita Slavina Bentak Billy Syahputra

 Ramalan Zodiak Cinta Kamis 28 Mei 2020, Asmara Pisces Bergejolak, Scorpio Buat Keputusan Penting

 Tahukah Anda, Kenapa Penumpang Dilarang Pindah Tempat Duduk di Pesawat, Ternyata Inilah Alasannya

Presiden Jokowi secara khusus telah meminta jajarannya untuk memberikan perhatian secara penuh untuk membantu penanggulangan covid-19 di Jawa Timur.

Sesuai instruksi Presiden, jajaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan covid-19 telah memberikan dukungan berupa dana operasional dan alat-alat medis.

Dilansir Kompas.com, Rabu (27/5/2020), Ketua Gugus tugas Percepatan Penanganan covid-19, Doni Monardo, mengungkapkan alasan Jawa Timur masih terus memiliki penambahan kasus yang tinggi.

Menurutnya hal ini merupakan perkembangan penularan dari klaster-klaster besar yang ada di Jawa Timur.

"Jawa Timur ini termasuk daerah yang potensi dari klaster tertentu sangat tinggi. Antara lain dari Gowa, kemudian jemaah tabligh, termasuk juga yang berasal dari dalam yaitu Pesantren Temboro dan Pabrik Sampoerna," ungkap Doni.

Pihak Gugus Tugas dan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur masih terus melakukan penelusuran kontak terhadap orang-orang yang terlibat dengan klaster tersebut.

Halaman
1234
Editor: Rita
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved