Virus Corona

Jepang Mulai Praktikkan New Normal, Ada Warga Ingin Keluar Minum dan Menghadiri Konser

Wabah Corona melanda berbagai negara, kemudian muncul penerapan new normal dalam rangka mengarungi kehidupan di tengah virus Corona.

Editor: Budi Susilo
Kolase TribunKaltim.co / unsplash dan kyodonews
Virus Corona di Jepang. Dilansir Reuters, Selasa (26/5/2020), Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut keadaan darurat di ibu kota dan empat prefektur pada Senin, (25/5/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TOKYO - Wabah Corona melanda berbagai negara, kemudian muncul penerapan new normal dalam rangka mengarungi kehidupan di tengah virus Corona

Beberapa daerah seperti negara Jepang mulai menerapkan new normal. Lalu langkah yang dilakukan seperti apa ketika sudah ada praktik new normal

Negeri matahari terbit, Jepang, bisa menjadi gambaran fakta negara yang telah terapkan new normal

Negara Jepang dikabarkan telah melewati keadaan darurat virus Corona atau Covid-19.

Baca Juga: Inilah Indikator Suatu Daerah Bisa Praktikkan New Normal ala Gugus Tugas Corona

Baca Juga: New Normal Sedang Dikaji, Pemkot Balikpapan akan Perkuat 3 Sektor Pelayanan Publik Ini

Dilansir Reuters, Selasa (26/5/2020), Perdana Menteri Shinzo Abe mencabut keadaan darurat di ibu kota dan empat prefektur pada Senin, (25/5/2020).

Dengan hal tersebut mereka mengklaim kemenangan melawan covid-19 atau virus Corona karena telah menjaga total infeksi relatif rendah, sekitar 16.600 kasus.

Sehari setelah Jepang mengakhiri keadaan daruratnya, warga Tokyo turun ke jalan dengan rasa campur aduk antara merasa aman dan gelisah saat mereka bersiap untuk "new normal".

Tanggapan warga Jepang terhadap dimulainya new normal beragam. Salah satu pekerja kantor Daisuke Tominaga di Shibuya Tokyo mengatakan dirinya ingin keluar minum dan menghadiri konser.

Selain itu Naoto Furuki (45) menceritakan saat keluar rumah di masa new normal. Pagi hari terasa lebih ramai dari biasanya dan sedikit mengganggu.

"Aku masih agak khawatir. Mungkin ada gelombang kedua epidemi sehingga kita masih harus waspada," katanya.

Baca Juga: Rencana New Normal di Kota Balikpapan, PHRI Ingin Blokade Jalan Tidak Perlu Lagi Diterapkan

Baca Juga: Rencana New Normal Kota Balikpapan, PNS Usia di Bawah 45 Tahun akan Lebih Banyak di Kantor

Tidak seperti penguncian ketat negara-negara lain, Jepang tidak memaksa bisnis ditutup. Bahkan beberapa bisnis sudah mulai buka sebelum keadaan darurat dicabut. Keadaan darurat di Jepang berlangsung selama sekitar 7 minggu.

Setelah dicabut, orang-orang keluar dengan masker dan menjaga jarak sosial. Tapi banyak perusahaan yang membiarkan staf mereka tetap bekerja dari rumah.

"Kami tidak akan kembali ke gaya kerja kami sebelumnya," kata Pejabat Eksekutif Hitachi, Hidenobu Nakahata.

Lanjutnya, mereka akan mempercepat praktik kerja baru dan menjadikan Work From Home (WFH) menjadi standar baru.

Baca Juga: Berikut 25 Daerah yang Mulai Bersiap Terapkan New Normal, Adakah Kota Tarakan Kalimantan Utara?

Sementara itu operator kereta api Odakyu Electric Railway mengatakan akan merilis data untuk membantu penumpang menghindari kereta yang penuh sesak. Selain itu, banyak sekolah yang mulai dibuka di bawah tindakan pencegahan.

Gubernur Tokyo Yuriko Koike memperingatkan agar tidak berpuas diri dan mengatakan setiap orang harus terbiasa dengan new normal teleworking hingga vaksin berhasil dikembangkan.

ILUSTRASI - Jaga jarak dan gunakan pelindung diri masker dalam rangka tangkal penyebaran virus Corona saat beraktvitas belanja di luar rumah, di Hypermart Plaza Balikapan Jalan Jenderal Sudirman Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2020) sore.
ILUSTRASI - Jaga jarak dan gunakan pelindung diri masker dalam rangka tangkal penyebaran virus Corona saat beraktvitas belanja di luar rumah, di Hypermart Plaza Balikapan Jalan Jenderal Sudirman Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur, Sabtu (23/5/2020) sore. (TRIBUNKALTIM.CO/BUDI SUSILO)

Pada Senin (25/5/2020) malam, Jembatan Pelangi yang membentang di utara Teluk Tokyo diterangi dengan 7 warna untuk menandai akhir dari keadaan darurat.

"Mari kita bekerja sama sehingga cahaya Jembatan Pelangi tidak akan memerah," kata Koike.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Jepang Sudah Mulai New Normal, seperti Apa Praktiknya?", https://www.kompas.com/tren/read/2020/05/29/085500065/jepang-sudah-mulai-new-normal-seperti-apa-praktiknya-?page=all#page3.
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved