Senin, 27 April 2026

Hari Lahir Pancasila

1 Juni Hari Lahir Pancasila, Ini Sejarahnya, Dimulai Pidato Soekarno, Bukan Hari Kesaktian Pancasila

Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, ini sejarahnya, dimulai dari pidato Soekarno, bukan Hari Kesaktian Pancasia, simak bedanya

Editor: Amalia Husnul A
Freepik
Ilustrasi. Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, ini sejarahnya, dimulai dari pidato Soekarno, bukan Hari Kesaktian Pancasila, simak perbedaannya. 

TRIBUNKALTIM.CO - Tanggal 1 Juni diperingati sebagai Hari Lahir Pancasila, ini sejarahnya, dimulai dari pidato Soekarno, bukan Hari Kesaktian Pancasila, simak perbedaannya.

Sama-sama peringatan Pancasila, namun Hari Lahir Pancasila diperingati setiap tanggal 1 Juni, sementara Hari Kesaktian Pancasila tanggal 1 Oktober

Diperingati setiap tanggal 1 Juni, Pancasila bermula dari pidato Soekarno di tahun 1945 di mana Pancasila ada judul pidato tersebut. 

Diawali, adanya Dokuritsu Junbi Cosakai atau Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang mengadakan sidang pertama.

Sidang pertama, dimulai pada 29 Mei hingga 1 Juni 1945, sebagaimana dilansir semarangkota.go.id.

Lalu bagaimana sejarah Hari Lahir Pancasila?

Pada waktu itu, rumusan Pancasila berdasarkan pidato Bung Karno dirapatkan di gedung Chuo Sangi In, Jalan Pejambon 6 Jakarta yang kini dikenal sebutan Gedung Pancasila.

Setelah beberapa hari, pada 1 Juni 1945, Soekarno mendapat giliran untuk menyampaikan gagasannya.

Ia menyampaikan gagasan tentang dasar negara Indonesia merdeka, yang dinamakan Pancasila.

Pidato yang tidak dipersiapkan secara tertulis terlebih dahulu itu diterima secara aklamasi oleh segenap anggota BPUPKI.

Selanjutnya BPUPKI membentuk panitia kecil untuk merumuskan dan menyusun Undang-Undang Dasar yang berpedoman pada pidato Bung Karno tersebut.

Pada saat itulah, dibentuklah Panitia Sembilan, terdiri dari Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, dan Abikoesno Tjokrosoejoso.

Kemudian, Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin.

Panitia Sembilan ditugaskan merumuskan kembali Pancasila sebagai Dasar Negara berdasar pidato yang diucapkan Soekarno pada 1 Juni 1945.

Kemudian, menjadikan dokumen tersebut sebagai teks untuk memproklamasikan kemerdekaan Indonesia.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved