Minggu, 19 April 2026

Virus Corona di Balikpapan

Kasus Positif Covid-19 di Balikpapan Meningkat, Banyak Pasien ber-KTP Luar Daerah

Tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan beberapa minggu terakhir menjadi bahan analisa Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.

TRIBUNKALTIM.CO/MIFTAH AULIA ANGGRAINI
Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan yang juga selaku juru bicara Gugus Tugas Covid-19 Balikpapan, Andi Sri Juliarty. 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN- Tren peningkatan kasus terkonfirmasi positif di Kota Balikpapan beberapa minggu terakhir menjadi bahan analisa Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan.

Mengingat kota ini sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur, lantaran memiliki bandara yang memungkinkan keluar dan masuknya penumpang atau pekerja dari dan ke Kota Balikpapan.

Hal ini tentunya membuat Pemerintah Kota Balikpapan mengambil langkah tegas untuk memberlakukan kebijakan persyaratan swab PCR ataupun rapid test bagi penumpang.

Kebijakan tersebut telah diberlakukan beberapa waktu terakhir, sebagai langkah screening atau deteksi agar setiap orang yang memasuki wilayah Kota Balikpapan dijamin aman.

Menurut Kepala DKK Balikpapan Andi Sri Juliarty, hal ini juga yang membuat angka kasus positif di wilayahnya terus meningkat.

Baca Juga

Kasus Virus Corona Surabaya Masih Tinggi, Risma Ajukan Permintaan Baru ke Khofifah, Dikabulkan?

6 Sekolah Kedinasan Buka Pendaftaran di Masa Pandemi Virus Corona, Ini Syarat dan Cara Daftarnya

Ambulans Terperosok, PDP Virus Corona yang Dibawa Meninggal, 2 Warga yang Menolong Kena Imbas

Sebab, kebanyakan dari mereka yang melakukan test bebas covid-19 justru ketahuan bahwa virus tersebut bersarang di badannya.

Apalagi saat ini didukung dengan berkembangnya fasilitas pelayanan kesehatan di Balikpapan, sehingga memungkinkan juga untuk melakukan pemeriksaan atau tes PCR dan TCM.

"Ini yang memungkinkan dilakukannya penegakan diagnosa yang lebih cepat di Balikpapan," ujarnya, Senin (8/6/20).

Dengan begitu, hasil negatif maupun positif pun dapat diketahui dalam waktu satu hingga dua hari saja.

Padahal dari hasil pasien positif di Kota Balikpapan, saat ini ternyata memiliki tren justru berasal dari orang-orang ber-KTP non Kalimantan Timur atau luar Balikpapan.

"Ya mereka ini dengan keperluan berangkat ataupun masuk ke Balikpapan karena urusan pekerjaan," sebutnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved