Senin, 20 April 2026

Bupati Kutai Kartanegara Edi Damansyah Kunjungi RSUD AM Parikesit, Cek Alat Tes Covid-19

Bupati Kutai Kartanegara atau Kukar Edi Damansyah mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD AM Parikesit, Selasa (9/6/2020).

Editor: Mathias Masan Ola
TRIBUNKALTIM.CO/Sapri Maulana
Bupati Kukar Edi Damansyah mengunjungi RSUD AM Parikesit, mengecek alat deteksi covid-19 tes cepat molekuler (TCM), Selasa (9/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Bupati Kutai Kartanegara atau Kukar Edi Damansyah mengunjungi Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD AM Parikesit, Selasa (9/6/2020).

Bupati Kukar Edi dan jajaran mengecek alat tes covid-19, tes cepat molekuler ( TCM ).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kukar Martina Yulianti menjelaskan, TCM sudah ada di RSUD AM Parikesit sepekan lalu.

"Alat ini dalam satu jam bisa mengetahui hasil tes dua orang. Bisa beroperasi sampai 18 jam," kata Yulianti.

Anggaran pengadaan TCM berasal dari kas Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD AM Parikesit.

Sebab, pembelian alat PCR atau polymerase chain reaction yang sudah dianggarkan dari dana tak terduga APBD Pemkab Kukar memerlukan waktu yang lebih lama untuk didatangkan.

Baca juga; Ada Pecel Madiun hingga Pecel Tumpang, Ini Macam-macam Pecel dari Berbagai Daerah di Indonesia

Baca juga; Gaji /TNI/POLRI/Swasta Dipotong 2,5 Persen/Bulan, Karyawan Bergaji Rp 5 Juta Kena Rp 325 Ribu/Bulan

Baca juga; Mulai Ada Pelonggaran, RSUD Ratu Aji Putri Botung Penajam Tetap Belum Izinkan Besuk Pasien Covid-19

"Alat yang sama dengan Labkesda provinsi, itu sekitar dua minggu lagi. Karena menunggu itu ( PCR ) lama jadi kita pakai yang ( TCM ) ini dulu," jelas Yulianti.

Alat PCR lebih lama, karena alat harus didatangkan dari luar negeri. TCM dianggap sebagai solusi sementara untuk kebutuhan pemeriksaan yang lebih cepat.

Yulianti menjelaskan pesan Bupati Edi Damansyah, di mana keberadaan TCM diharap dapat memberi kepastian pasien suspect.

Semisal terjadi pasien suspect meninggal, Bupati Edi menginginkan segera ada kepastian hasil, agar yang meninggal namun status covid-19 negatif tak perlu dimakamkan dengan metode protokol penanganan covid-19.

"Contohnya tadi malam, ada pasien yang memerlukan segera. Kita langsung periksa," kata Yulianti. (m08)

(Tribunkaltim.co/Sapri Maulana)

Sumber: Tribun Kaltim
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved