Breaking News:

Berita Pemkot Tarakan

Setelah Enam Tahun Pemkot Tarakan Akhirnya Berhasil Kembali Raih WTP

sudah enam tahun Pemkot menanti meraih WTP dan pada masa pandemi Covid 19 Pemkot Tarakan kembali predikat WTP.

HO/HUMASKOT TARAKAN
RAIH WTP - Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes menerima opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kepala BPK RI Perwakilan Provinsi Kaltara Agus Priyono di Kantor BPK Perwakilan Kaltara di Jalan Mulawarman, Tarakan, Selasa (9/6/2020). 

TRIBUNKALTIM.CO, TARAKAN - Pemkot Tarakan akhirnya mendapatkan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tahun 2019 dari Badan Pemeriksaan Keuangan) (BPK) RI Perwakilan Kaltara, Selasa (9/6/2020) di Kantor BPK RI Perwakilan Kaltara, Tarakan.

Keberhasilan predikat opini WTP ini memberikan rasa kebanggan tersendiri bagia Pemkot Tarakan. Pasalnya sudah enam tahun Pemkot menanti meraih WTP dan pada masa pandemi Covid 19 Pemkot Tarakan kembali predikat WTP.

Penyerahan opini WTP atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Tarakan ini disampaikan langsung oleh Kepala Perwakilan Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Kaltara kepada Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes. Penyerahn ini disaksikan langsung Wakil Walikota Effendhi Djuprianto, Sekda Tarakan Hamid Amren, Inspektorat Tarakan Abdul Azis.

"Alhamdulilah pertama kita menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada BPK RI perwakilan Kaltara, yang sudah memberikan opini WTP karena kerjaan ini memang bukan kerjaan instan. Torehan positif ini juga tidak terlepas dari kerja keras seluruh elemen di Pemkot Tarakan", ujar Walikota Tarakan, dr H Khairul M Kes, usai penyerahan.

FOTO BERSAMA - Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes foto bersama Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto, Sekda Tarakan Hamid Amren dan Inspektorat Tarakan Abdul Azis dan Kepala BPK RI Pewakilan Kaltara Agus Priyono, usai penyerahan opini WTP di Tarakan, Selasa (9/6/2020)..
FOTO BERSAMA - Walikota Tarakan dr H Khairul M Kes foto bersama Wakil Walikota Tarakan Effendhi Djuprianto, Sekda Tarakan Hamid Amren dan Inspektorat Tarakan Abdul Azis dan Kepala BPK RI Pewakilan Kaltara Agus Priyono, usai penyerahan opini WTP di Tarakan, Selasa (9/6/2020).. (HUMASKOT TARAKAN)

Orang nomor satu di Tarakan ini mengungkapkan, pencapaian predikat opini WTP ini tidak didapatkan secara instan oleh Pemkot Tarakan, namun dengan sebuah perjuangan keras untuk bisa meraihnya.

"Karena untuk mendapatkan opini WTP ini, pemkot Tarakan harus mengatasi tiga kendala yang selama ini dihadapi. Pertama persoalan Utang, kedua aset, dan ketiga masalah penyusutan. Tiga permasalahan ini harus kami selesaikan selama setahun bersama-sama seluruh perangkat di Lingkungan Pemkot Tarakan," ungkapnya.

Menurut Khairul, sejak dilantik 1 Maret 2019, ia telah berkomitmen untuk mengatasi tiga permasalahan ini, dengan mempetakan selama satu bulan persoalan di Pemkot Tarakan. Sehingga 4 April 2019, Khairul langsung bersurat kepada BPK-RI Kaltara untuk meminta review, terhadap semua kewajiban Pemkot Tarakan.

"Meminta review dari BPK Perwakilan Kaltara itu dilakukan sampai empat kali penugasan, akhirnya di Desember itu selesai, baru kita bisa mendapat gambaran berapa sih kewajiban pemerintah kota Tarakan", katanya.

Diakui Khairul, tiga permasalahan pokok itu menjadi penghambat Tarakan, selama enam tahun terakhir ini tidak mendapatkan WTP, tetapi hari ini berkat dari puncak kerja keras bersama semuanya, Tarakan akhirnya bisa meraih kembali WTP.

Walikota menambahkan, bahwa pengelolaan keuangan yang akuntabel dan transparansi merupakan salah satu ciri-ciri Smart Goverment.

"Dari semua upaya yang kita lakukan, beberapa indikator Smart City, Smart Ekonomi, Smart Goverment, Smart Mobility, semoga kota ini dapat benar-benar menjadi kota yang smart. Itu merupakan cita-cita kita, dan slogan kita sejak awal, sehingga dengan pencapaian yang kita dapatkan hari ini lebih bisa memotivasi kita untuk bekerja yang lebih keras lagi", harapnya.

Kepala BPK Provinsi Kaltara, Agus Priyono mengungkapkan, keberhasilan Pemkot Tarakan patut diapresiasi, setelah menyelesaikan tiga persoalan utama yang dihadapi dan melaporkan laporan keuangannya dengan baik.

"Awalnya memang Kota Tarakan opininya Wajar Dengan Pengecualian (WDP) sampai lima atau enam tahun terakhir, karena yang menjadi persoalan utamanya kemarin terdapat tiga kendala yang dihadapi, yakni aset tetap, utang dan penyusutan. Pemkot Tarakan berdasarkan pemeriksaan kita, sebenarnya kita sudah membentuk mengenai tindak lanjut, yang kita pantau selama tiga tahun terakhir dan ditahun ini akhirnya sudah bisa selesai", ujarnya.

Berdasarkan hal tersebut, menjadi standar Kota Tarakan dapat meraih kembali WTP. Diharapkan dengan keberhasilan yang diraih ini bisa semakin memotivasi dan berkomitmen dalam memberikan laporan keuangan di Tarakan.(adv/jnh)

Penulis: Junisah
Editor: Achmad Bintoro
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved