Harga Komoditas Pertanian Lokal di Paser Terjun Bebas, Saat Siaga Darurat Covid-19 Diberlakukan
Sejak bantuan tunai dan non tunai untuk masyarakat terdampak pandemi covid-19 dikucurkan, tingkat daya beli masyarakat Paser Kalimantan Timur
TRIBUNKALTIM.CO, TANA PASER – Sejak bantuan tunai dan non tunai untuk masyarakat terdampak pandemi covid-19 dikucurkan, tingkat daya beli masyarakat Kabupaten Paser Kalimantan Timur yang semula mengalami penurunan yang drastis mulai kembali membaik.
Hal ini seperti disampaikan Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Mikro (Disperindagkop dan UKM) Kabupaten Paser, Chandra Irwanadhi pada Kamis (11/6/2020).
“Omzet pedagang Pasar Induk Senaken dan Kandilo Plaza Tanah Grogot sekarang semakin membaik,” kata Chandra kepada TribunKaltim.co.
Semula, lanjut Chandra, saat Siaga Darurat Covid-19 mulai diberlakukan, omset pedagang di dua pusat perbelanjaan itu mengalami penurunan 80 persen, jelang Idul Fitri meningkat dikisaran 20 sampai 40 persen.
Baca Juga: Hasil Rapid Test Hafiz Quran dan Takmir Masjid Al-Ansor di Tenggarong Kukar, Ada 69 Orang
Baca Juga: PHRI Tarakan Pikirkan Nasib Hotel yang tak Ada Kerjasama Karantina Kasus Covid-19, Begini Solusinya
“Semula omsetnya turun 80 persen, jelang Idul Fitri turunnya dikisaran 40 sampai 60 persen,” ucapnya.
Selain berkurang aktifitas jual beli di awal penerapan Siaga Darurat, daya beli masyarakat di masa pandemi covid-19 juga berkurang.
Namun menjelang Idul Fitri, pemerintah mulai mungucurkan bantuan tunai dan non tunai melalui program jaring pengaman sosial. Seperti disampaikan Pak Sekda (Katsul Wijaya, Sekda Paser) dalam Kamis (4/6/2020) lalu.
"Beliau menyampaikan Pemkab Paser telah mengucurkan bantuan untuk masyarakat terdampak covid-19 sebesar Rp 600.000 per bulan, bantuan sudah diterima warga sebelum Idul Fitri,” ungkapnya.
Tidak itu saja, kata Chandra, pemerintah pusat dan pemerintah provinsi juga mengucurkan bantuan yang sama, terutama kepada keluarga yang terdata sebagai penerima bantuan dari Pemkab Paser, sehingga menambah daya beli masyarakat.
Baca Juga: 4 Hal Suksesnya Pembelajaran di Masa Pandemi Corona dan Sesi Curhat Guru Kukar Berbagi Kisah
Pandemi Corona atau covid-19 membuat pendapatan masyarakat berkurang, termasuk UKM atau pedagang keliling.
Banyak juga yang kehilangan perkerjaan, daya beli melemah. Dengan adanya bantuan itu, daya beli masyarakat sedikit meningkat. "Juga sedikit meningkatkan omset pedagang,” jelasnya.
Begitu pula terhadap komoditas pertanian lokal Kabupaten Paser. Sayur Sawi misalnya, tambah Chandra, di awal pemberlakuan Siaga Darurat Covid-19, harga terjun bebas sekitar Rp 1.000 per ikat, mendekati puasa Ramadhan mulai membaik, kemudian naik lagi jelang Idul Fitri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/pasar-malam1_20150914_124705.jpg)