Virus Corona
Salah Kaprah Hasil Rapid Test, Dokter Berikan Penjelasan, Hati-hati Gunakan Istilah Ini
Salah kaprah hasil rapid test, Dokter berikan penjelasan, hati-hati gunakan istilah positif dan negatif covid-19 atau Virus Corona
TRIBUNKALTIM.CO - Salah kaprah hasil rapid test, Dokter berikan penjelasan, hati-hati gunakan istilah positif dan negatif covid-19 atau Virus Corona.
Tak sedikit yang memaknai hasil rapid test sebagai rujukan seseorang telah terinfeksi Virus Corona atau tidak.
Bahkan hasil rapid test kerap dikaitkan dengan istilah positif dan negatif covid-19
Padahal itu sama sekali salah kaprah.
• 7.156 Warga Bontang Ikut Rapid Test Massal, Berikut Rincian Hasilnya
• Baim Wong Lakukan Rapid Test Covid-19 Dua Minggu Sekali, Suami Paula Verhoeven Ungkap Alasannya
• Berbekal Rapid Test Non-reaktif, Dua Penumpang Pesawat dari Jakarta Diketahui Positif Covid-19
Menanggapi hal tersebut Dokter yang juga akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo memberikan penjelasan.
Hasil rapid test reaktif belum tentu menunjukkan seseorang positif covid-19.
Begitu juga sebaliknya, hasil rapid test non-reaktif belum tentu juga menunjukkan seseorang pasti negatif virus corona.
Akademisi Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, dr. Tonang Dwi Ardyanto, SpPK., Phd., mulanya menjelaskan penyebutan hasil rapid test itu yang benar adalah reaktif atau non-raktif, bukan positif atau negatif.
Dia menyebut, salah satu sumber pemicu masalah dalam pandemi covid-19 selama ini adalah stigma yang dipicu oleh salah kaprah penyebutan.
dr. Tonang menerangkan, kata-kata ' positif ' ini harus hati-hati digunakan dalam menyampaikan tentang hasil rapid test covid-19.
Padahal sebenarnya, tidak ada hasil ' positif ' pada hasil rapid test covid-19.
“Tidak ada hasil rapid test covid-19 yang menyatakan positif,” kata dr. Tonang saat berbincang dengan Kompas.com, Sabtu (13/6/2020).
Maka dari itu, dia mengimbau, jangan pernah ada yang menyebut seseorang positif covid-19 hanya karena hasil rapid test.
“Apakah yang hasil rapid test-nya reaktif pasti positif ? Belum tentu,” kata dia.
Setelah ada hasil rapid test reaktif, yang diperlukan selanjutnya adalah langkah konfirmasi dengan tes polymerase chain reaction (PCR) pada pasien.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/hasil-rapid-test-13062020.jpg)