Iran Vs Amerika Memanas
Dugaan Keterlibatan China Menguat, Iran Gunakan Satelit untuk Intai dan Serang Pangkalan AS
Iran diduga memakai satelit mata-mata buatan China Earth Eye Co untuk memantau pangkalan militer AS di Timur Tengah.
Ringkasan Berita:
- Laporan Financial Times menyebut Iran diduga memakai satelit mata-mata buatan China Earth Eye Co untuk memantau pangkalan militer AS di Timur Tengah.
- Satelit TEE-01B disebut digunakan Korps Garda Revolusi Islam untuk mengidentifikasi target strategis sebelum dan sesudah serangan drone dan rudal.
- Dugaan keterlibatan teknologi China memicu kekhawatiran eskalasi konflik global di tengah ketegangan Iran-AS yang terus meningkat.
TRIBUNKALTIM.CO - Laporan investigasi media internasional mengungkap dugaan penggunaan teknologi satelit buatan Tiongkok oleh Iran dalam konflik yang melibatkan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Temuan ini menyoroti meningkatnya peran teknologi luar negeri dalam dinamika perang modern.
Menurut laporan Financial Times, Iran disebut memanfaatkan satelit TEE-01B yang awalnya dikembangkan untuk kebutuhan sipil, namun diduga dialihkan untuk kepentingan militer oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC).
Teknologi ini digunakan untuk memantau sejumlah pangkalan militer AS di kawasan seperti Arab Saudi, Yordania, Bahrain, dan Irak.
CNN melaporkan, temuan tersebut dibahas dalam wawancara antara jurnalis FT Demetri Sevastopulo dan Erin Burnett terkait penggunaan teknologi satelit dalam konflik terbaru.
Baca juga: Di Tengah Gencatan Senjata Iran, Trump Tambah 10.000 Tentara AS, Ada Apa?
Satelit China Digunakan untuk Operasi Militer
Menurut laporan tersebut, Iran memperoleh satelit TEE-01B yang diproduksi perusahaan China Earth Eye Co pada 2024.
Satelit ini awalnya dikembangkan untuk kebutuhan sipil seperti pertanian dan manajemen bencana.
Dokumen militer yang bocor menunjukkan satelit tersebut kemudian digunakan oleh Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) untuk kepentingan militer.
Reuters melaporkan, IRGC diduga mengambil alih kendali satelit dan menggunakannya untuk memantau target strategis AS.
Baca juga: FIFA Tegaskan Iran Ikut Piala Dunia 2026, Infantino: Tidak Ada Rencana Alternatif
Pantau Pangkalan AS Sebelum dan Sesudah Serangan
Data citra satelit yang dianalisis menunjukkan aktivitas pemantauan intensif terhadap sejumlah pangkalan militer AS.
Di antaranya termasuk Pangkalan Udara Pangeran Sultan di Arab Saudi serta fasilitas militer di Yordania, Bahrain, dan Irak.
Financial Times melaporkan citra tersebut diambil sebelum dan sesudah serangan drone serta rudal Iran pada Maret.
Serangan itu dilaporkan merusak sejumlah aset militer, termasuk pesawat pengisian bahan bakar Angkatan Udara AS.
IRGC Diduga Gunakan Satelit untuk Pandu Serangan
Para analis menilai, penggunaan satelit ini memberi keunggulan signifikan bagi Iran dalam perang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/20260404_Jembatan-di-Iran.jpg)