Normal Baru, Industri Pariwisata dan Hiburan di Bontang Harus Siapkan Protokol Kesehatan
mindset pelaku bisnis wisata dan hiburan harus berubah dan taat kepada protokol kesehatan
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani | Editor: Samir Paturusi
TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG - Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Bontang, Kalimantan Timur, Bambang Cipto Mulyono mengatakan mindset pelaku bisnis wisata dan hiburan harus berubah.
Menurutnya, pandemi Virus Corona atau covid-19 jelas merubah tatanan kehidupan manusia.
Kenormalan baru alias new normal mulai dilakukan pemerintah mulai dari tingkat pusat hingga daerah. Saat ini penduduk bumi lebih melek kebersihan dan keamanan.
"Itu yang harus dilakukan pelaku industri pariwisata. Pola hidup masyarakat berubah.
Ketika itu di tempat wisata tak menyediakan sanitasi kesehatan dan kebersihan yang ada, tak akan datang lagi mereka ke sana," ungkapnya.
Baca Juga
Fase New Normal, Dokter Reisa Beber Cara Sederhana Hindarkan Anak dan Lansia dari Virus Corona
Perwali Risma Kurang Greget, Pakar Epidemiologi: Banyak Warga Surabaya Gagal Paham Arti New Normal
Sosok Ini Tawarkan Kurikulum Transisi di Fase Pendidikan Sekolah New Normal, Begini Kisi-kisinya
Kemudian, apabila pelaku bisnis wisata dan hiburan hanya fokus mengejar keuntungan tanpa disertai dengan pembatasan berdasarkan konsep phsysical distancing, maka wisatawan, tamu atau pengunjung bakal berpikir 2 kali untuk singgah.
"Kesehatan dan keamanan sekarang jadi prioritas," ujarnya
Menyambut kenormalan baru ini, para pelaku usaha wisata dituntut meningkatkan pengetahuan tentag protokol kesehatan yang berlaku di Indonesia.
"Sekarang kita saja salaman dengan orang berpikir, apalagi yang mau wisata. lihat orang berjubel, protokol tak diperhatikan, sanitasi juga, tempat cuci tangan tak ada. Ya, susah. Pola perilaku harus berubah," ungkapnya.
Ditambahkannya, dinas tingkat I Provinsi telah menyiapkan pelatihan virtual ke seluruh pemda di Kalimantan Timur. Mereka menyusun protokol kesehatan, sambil menunggu petunjuk dari Kementerian Pariwasata.
"Bulan ini ada Bimtek secara virtual membahas, merumuskan, menentukan langkah-langkah di tengah new normal ini," ucapnya.
